Merapi Alami Guguran Lava, Warga Diimbau Tetap Waspada

GUNUNG Merapi mengalami 107 kali guguran lava selama sepekan sejak Kamis (4/7) hingga Rabu (10/7. Kesemua guguran lava tersebut mengarah ke hulu hulu sungai di kawasan puncak Gunung Merapi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santosa mengatakan guguran lava tersebut 22 kali mengarah ke hulu Sungai Krasak dengan jarak luncur 1.800 meter dari puncak, 19 kali mengarah ke hulu Sungai Bebeng dengan jarak luncur hingga 2.000 meter dari puncak dan 76 kali ke arah ke hulu Sungai Putih/Sat dengan jarak luncur hingga 2.000 meter dari puncak.

Agus Budi Santosa menjelaskan selain 107 kali guguran lava, juga terjadi awanpanas guguran atau APG sebanyak 1 kali yang megarah ke hulu Sungai Krasak dengan jarak luncur yang mencapai 2.500 meter.

BACA JUGA  Merapi Diguncang 1.055 Gempa Guguran Dalam Seminggu

Asap tipis

“Dilaporkan terjadi hujan abu tipis di Tunggularum, Sleman dan Ngori, Magelang,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima www.mimbarnusantara.com pada Sabtu (12/7) pagi.

Sepanjang periode pengamatan, Gunung Merapi tampak mengeluarkan asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, bertekanan lemah, dan dengan tinggi asap bervariasi dari 15 meter hingga 100 meter.

Sementara kubah lava, Agus menjelaskan dari aspek perubahan morfologi, teramati adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya akibat perubahan volume dan aktivitas guguran lava. Sedangkan untuk kubah tengah, tidak teramati adanya perubahan morfologi.

“Berdasarkan analisis foto udara tanggal 25 Juni 2025, volume kubah barat daya dan kubah tengah berturut – turut adalah sebesar 4.077.700 meter kubik dan 2.367.300 meter kubik,” kata Agus.

BACA JUGA  Gunung Merapi Keluarkan 35 Kali Guguran Lava

Level III

Meski selama pengamatan terjadi hujan di sekitar pos pengamatan dengan curah hujan 1,31 milimeter per jam selama 81 menit yang tercatat di Pos Babadan, tidak dilaporkan menyebabkan terjadinya penambahan aliran air pada sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Ia menyebut aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif, status aktivitas ditetapkan dalam tingkat SIAGA atau Level III.

Potensi bahaya saat ini, katanya, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

BACA JUGA  BPPTKG Yogyakarta Mencatat Gunung Merapi Alami 223 Kali Guguran Lava dalam Sepekan

Bahaya lahar

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” tegasnya.

Karenanya masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan tetap waspada dengan bahaya lahar maupun awanpanas guguran (APG) serta mengantisipasi terjadinya gangguan akibat abu vulkanik. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus gangguan dan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon, Bantul, yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) lalu.…

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengungkapkan hasil pengamatan selama sepekan pada 7-13 Agustus, terjadi 1.205 gempa dan 98 kali awan panas guguran. Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

  • August 15, 2026
Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden