PM Kanada Mark Carney Ajukan Percepatan Pemilu

PERDANA Menteri (PM) Kanada, Mark Carney telah menyerukan pemilihan umum kilat di tengah perang dagang yang memburuk dan ancaman aneksasi dari Presiden AS, Donald Trump.

Carney yang terpilih sebagai pemimpin Partai Liberal awal bulan ini untuk menggantikan Justin Trudeau setelah pengunduran dirinya, menetapkan tanggal pemilihan pada 28 April.

PM Kanada menyatakan bahwa mandat yang kuat diperlukan untuk menangani tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump dan dampaknya terhadap ekonomi Kanada. Pemilihan awalnya dijadwalkan pada 20 Oktober.

“Kita menghadapi krisis paling signifikan dalam hidup kita akibat tindakan perdagangan yang tidak adil dari Presiden Trump dan ancamannya terhadap kedaulatan kita,” kata Carney dalam konferensi pers, Minggu (23/3) waktu setempat.

BACA JUGA  Trump Tak Akan Perpanjang Penangguhan Tarif

Carney meminta Gubernur Jenderal Kanada, Mary Simon yang merupakan perwakilan kepala negara Raja Charles, untuk membubarkan Parlemen dan mengadakan pemilihan, dan ia menyetujuinya.

“Ada begitu banyak hal yang harus dilakukan untuk mengamankan Kanada,” kata Carney.

“Berinvestasi di Kanada, membangun Kanada, menyatukan Kanada. Itulah sebabnya saya meminta mandat yang kuat dan positif dari sesama warga Kanada.”

Partai-partai utama Kanada kini akan memulai kampanye, dengan Carney berhadapan langsung dengan pemimpin Partai Konservatif, Pierre Poilievre, pemimpin Bloc Québécois, Yves-François Blanchet, dan pemimpin Partai Demokrat Baru, Jagmeet Singh.

Sejak menjabat sebagai presiden, Trump telah mengancam tarif besar-besaran terhadap Kanada, termasuk pada produk susu dan kayu.

BACA JUGA  Tarif Resiprokal Manfaat dan Dampaknya

Pemerintahannya memberlakukan tarif 25% pada impor baja dan aluminium, mengguncang pasar keuangan dan memicu tarif balasan sebesar $21 miliar dari Kanada awal bulan ini.

Uni Eropa juga memberlakukan tarif balasan senilai $28 miliar terhadap berbagai barang AS, seperti kapal, sepeda motor, dan alkohol. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Bekuk Australia, Indonesia Finis di Posisi Kelima AVC Cup

TIM nasional voli putri Indonesia menutup penampilan mereka di AVC Cup Women atau AVC Women’s Nations Cup 2026 dengan mengalahkan Australia pada laga perebutan peringkat kelima, Minggu (14/6/2026). Pada pertandingan…

Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS

IRAN memastikan kesepakatan damai telah tercapai dengan Amerika Serikat. Selanjutnya penandatanganan kesepakatan tersebut akan berlangsung di Swiss pada 19 Juni mendatang. “Naskah nota kesepahaman telah difinalkan, dan penandatanganan resmi dokumen…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Australia, Indonesia Finis di Posisi Kelima AVC Cup

  • June 15, 2026
Bekuk Australia, Indonesia Finis di Posisi Kelima AVC Cup

Graham Potter Semringah Usai Swedia Pesta Gol ke Gawang Tunisia

  • June 15, 2026
Graham Potter Semringah Usai Swedia Pesta Gol ke Gawang Tunisia

Sukses Atasi Ekuador, Pelatih Pantai Gading Puji Fokus Pemain

  • June 15, 2026
Sukses Atasi Ekuador, Pelatih Pantai Gading Puji Fokus Pemain

Kasatpol PP Sidoarjo Gelar Jamasan Pusaka 1 Suro

  • June 15, 2026
Kasatpol PP Sidoarjo Gelar Jamasan Pusaka 1 Suro

Mantan Ketua BPD Damarsi Buka Suara Soal Penyalahgunaan TKD

  • June 15, 2026
Mantan Ketua BPD Damarsi Buka Suara Soal Penyalahgunaan TKD

Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS

  • June 15, 2026
Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS