Komisi A DPRD Jateng Apresiasi Cara Kelola Bantuan di Surakarta

KOMISI A DPRD Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan pengawasan terkait Kebijakan Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah, di Kota Surakarta, Senin (3/3).

Ketua Komisi A Imam Teguh menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan Komisi A di kedua daerah di Solo Raya tersebut.

“Secara prinsip di Solo dan Sukoharjo ini zonanya sudah biru, sudah aman. Kami hanya ingin belajar bagaimana pengelolaan bantuan di Surakarta dan Sukoharjo ini,” jelas Imam.

Wakil Ketua Komisi A Mukafi Fadli juga memberi apresiasi karena Kota Surakarta dan Sukoharjo merupakan daerah yang berhasil mengentaskan warga dari kemiskinan.

“Kemiskinan Jawa Tengah saat ini masuk rangking 8 miskin ekstrem se-Indonesia. Kami lihat Surakarta dan Sukoharjo termasuk yang paling makmur se-Solo Raya ini dibandingkan Klaten dan Sragen,” ujar Mukafi.

BACA JUGA  Pemprov Jateng dan Fujian Berkomitmen Tingkatkan Kerjasama

Surakarta masuk dalam ranking 11 Kabupaten/Kota yang makmur di Jawa Tengah.

“Tentu tidak salah jika saat ini Komisi A datang ke sini untuk mendengarkan paparan dalam menangani kemiskinan, sebagai pedoman kita untuk diterapkan di Kota dan Kabupaten lain di Jawa Tengah,” lanjutnya.

Wali Kota Surakarta Respati Adi yang menerima langsung kunjungan dari Komisi A, menjelaskan tentang program-program untuk membantu penanggulangan kemiskinan warga Solo.

“Di Solo tercatat ada 8,31% angka kemiskinan, dan saat ini Pemkot Surakarta memiliki pagu anggaran untuk program yang namanya Astacita Surakarta,” kata Respati Adi.

Komisi A DPRD Jateng serap aspirasi

Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta diberi kewenangan penuh untuk sampai ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk mendata ulang perusahaan yang membutuhkan lowongan kerja.

BACA JUGA  Susi Air Siap Buka Isolasi Penerbangan di Seluruh Wilayah Jawa

Sehingga seluruh warga yang ada di Solo bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Jika warga telah mendapatkan pekerjaan yang layak kemiskinan akan menurun dan kebutuhan hidup akan terpenuhi karena pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan kemiskinan,” jelas Respati Adi.

Astacita Surakarta mempunyai 8 program prioritas, meliputi Program Pengembangan Kompetensi dan Peluang Kerja berbasis ekosistem ketenagakerjaan.

Program Penguatan Daya Saing UMKM berbasis ekosistem bisnis, Program Posyandu Plus berbasis standar minimal pelayanan, dan Program Optimalisasi BUMD dan PAD.

Kemudian  Program Penguatan Daya Saing Kota berbasis event pariwisata dan ekonomi kreatif, Program Penguatan Ruang Publik yang Inklusif, dann Program Surakarta Smart City.

Serta Program Pengembangan Pusat Distribusi Logistik untuk mendukung ketahanan pangan dan bertujuan menurunkan angka kemiskinan.(Htm/S-01).

BACA JUGA  Bupati Pati Batalkan Kenaikan PBB-P2 250%, Warga Tetap Demo

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

SESOSOK bayi perempuan ditemukan di beranda sebuah rumah di Dusun Somosari, Ngrangsang RT 07/RW 04 Selomartani, Kalasan, Sleman, pada Minggu pagi. Berdasarkan keterangan saksi, In (61), perempuan, warga Selomartani, Kalasan,…

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

PEMERINTAH Kabupaten Sleman memantau langsung pelaksanaan Musyawarah Kalurahan Pemilihan Lurah Pergantian Antar Waktu (PAW) Tahun 2026 yang berlangsung di lima kalurahan di wilayah Kabupaten Sleman, Minggu. Pelaksanaan Pemilihan Lurah PAW …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit