Pembangunan Jalan Lingkar Majalaya Harus Dilanjutkan

PEMERINTAH Kabupaten Bandung  meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat melanjutkan pengerjaan Jalan Lingkar Majalaya sepanjang 2,1 km.

Pembangunan jalan lingkar ini merupakan kewenangan provinsi. Selain itu penataan kawasan Cidawolong mesti dilakukan, karena selama ini selalu menjadi kawasan banjir.

“Saya mengusulkan Jalan Lingkar Majalaya sepanjang 2,1 km yang sempat tersendat dalam  pembangunannya dan ada tiga jembatan, untuk segera dilanjutkan pembangunannya,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Ia menyampaikan hal itu saat meninjau lokasi bencana banjir di kawasan Jalan Raya Laswi, Kampung Cidawolong Desa Biru  Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Selasa (4/3).

Dadang meninjau tiga tumpuan aliran sungai, yakni Sungai Cidawolong, Sungai Cibotor dan Sungai Cipeujeung.

BACA JUGA  BMKG Catat Terjadi 107 Gempa di Jabar selama November

Tiga tumpuan sungai ini  menjadi salah satu penyebab bencana banjir di ruas jalan provinsi Jalan Raya Laswi dan sekitarnya.

Kemudian dilanjutkan dengan meninjau lokasi akses pembangunan Jalan Lingkar Majalaya.

Jalan ini menghubungkan antara Jalan Raya Laswi Cidawolong Desa Biru dengan Jalan Anyar Desa Rancakasumba Solokanjeruk.

“Saat ini pembangunan Jalan Lingkar Majalaya sepanjang 2,1 km itu masih tertunda pengerjaannya oleh provinsi.,” terang Dadang.

“Pembangunan jalan itu merupakan akses jalan alternatif untuk menghindari kepadatan kendaraan di kawasan Kota Majalaya,” lanjutnya.

Jalan lingkar Majalaya Dituntaskan pembangunannya

Di lokasi pembangunan Jalan Lingkar Majalaya itu, Dadang melakukan komunikasi dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, untuk melaporkan kondisi banjir di kawasan Cidawolong.

BACA JUGA  Terminal Bus Cicaheum Siapkan 165 Bus Angkutan Lebaran

Kawasan itu masuk akses jalan provinsi yakni Jalan Laswi Majalaya.

“Alhamdulillah gubernur langsung meresponnya dan akan menangani persoalan banjir di jalan provinsi tersebut,” ungkap Dadang.

Untuk solusinya, Pemkab Bandung akan mengajukan pentahelix dan menghitung secara keseluruhan.

Apabila ada lahan terkena pembebasan lahan untuk penanggulangan banjir, ia meminta pemilik lahan bersedia lahannya digunakan untuk pelebaran atau normalisasi saluran.

“Kedua, mengusulkan kepada gubernur, bahwa penanganan aliran sungai  di kawasan Cidawolong Majalaya merupakan tanggungjawab PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air) Provinsi Jabar. Apapun itu kita tetap kerjasama,” tutur Dadang.

Terakhir lanjut Dadang, untuk meminimalisir banjir di bagian hulu Sungai Citarum harus ada perbaikan lahan-lahan yang kritis atau gundul.

BACA JUGA  IMI Jabar Bidik Empat Emas di PON XXI 2024

Terutama di kawasan Gunung Wayang, Situ Cisanti Kertasari Kabupaten Bandung. Bahkan ada beberapa ratus hektare lahan yang gundul.

Ia meminta kerjasamanya warga masyarakat Kertasari sehingga pola tanam ini harus diarahkan ke tanaman keras,  agar bisa menyerap dan menyimpan air . (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemprov Jabar Siaga Cegah Karhutla saat Kemarau

UNTUK mengantisipasi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat (Jabar ) memperketat upaya pencegahan di lapangan sekaligus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan…

GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora

GERAKAN  Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun mendesak Kapolres Pematangsiantar untuk mempercepat  proses penyelidikan kebakaran pasar tradisional Pasar Dwikora Parluasan. Kebakaran yang terjadi pada 18 Juni 2026 sekitar pukul 03.05 WIB…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemprov Jabar Siaga Cegah Karhutla saat Kemarau

  • August 13, 2026
Pemprov Jabar Siaga Cegah Karhutla saat Kemarau

Bantu Mahasiswa Dapat Pengalaman,Telkomsel Luncurkan Virtual Virtuship

  • August 13, 2026
Bantu Mahasiswa Dapat Pengalaman,Telkomsel Luncurkan Virtual Virtuship

Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

  • August 13, 2026
Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

  • August 12, 2026
Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII Ganti Nama Jadi FTDI

  • August 12, 2026
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII Ganti Nama Jadi FTDI

GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora

  • August 12, 2026
GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora