Pelantikan Kepala Daerah non Sengketa 6 Februari Dibatalkan

PELANTIKAN kepala daerah non sengketa yang semula akan dilantik pada 6 Februari 2025 dibatalkan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan bahwa pelantikan kepala daerah akan dibarengkan dengan hasil putusan dismissal dari Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pelantikan non-sengketa MK, 296 itu yang 6 Februari akan disatukan dengan hasil putusan dismissal,” kata Mendagri Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jumat (31/1).

Tito menyatakan keputusan untuk membatalkan pelantikan diambil sebagai respons atas putusan sela MK.

Batalnya pelantikan itu sudah diketahui oleh Presiden Prabowo Subianto. Termasuk agenda pelantikan kepala daerah disatukan.

Adapun MK berencana membacakan putusan dismissal untuk 310 sengketa hasil Pilkada Serentak 2024 pada 4 dan 5 Februari 2025.

BACA JUGA  Unsur Buruh Siap Kawal Putusan Mahkamah Konstitusi

Sedangkan kepala daerah yang tidak bersengketa sebanyak 296 kepala daerah.

Presiden Prabowo Subianto meminta secepat mungkin kepala daerah terpilih dilantik agar segera bekerja, sehingga memberikan kepastian politik di daerah.

“Presiden memberi instruksi kepada saya, prinsip upayakan secepat mungkin, upayakan secepat mungkin supaya ada kepastian politik di daerah-daerah,” kata Mendagri.

“Kemudian untuk efisiensi pemerintahan supaya semuanya bergerak berjalan segera,” lanjutnya.

Mendagri belum bisa menetapkan kapan kepala daerah akan dilantik dan diambil sumpahnya.

“Mengenai tanggalnya, saya akan sampaikan lagi setelah kami koordinasi dengan KPU, dengan Bawaslu, dengan Mahkamah Konstitusi,” ujar Tito.

Kemendagri akan memastikan kepada tiga lembaga itu berapa lama mereka akan menyelesaikannya. (*/S-01)

BACA JUGA  Joko Widodo Minta Pemenang Jangan Jumawa, Kalah Legowo

Siswantini Suryandari

Related Posts

KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum

KOMISI  Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis isu politik dan ekonomi di balik penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terkait cukai PT Djarum. Penegasan itu…

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

MANTAN Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim didakwa menerima uang senilai Rp1,2 miliar terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) periode 2021-2026. Jaksa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

90 persen Responden Disebut Tolak Biaya Sambungan Baru PDAM

  • October 30, 2026
90 persen Responden Disebut Tolak Biaya Sambungan Baru PDAM

Pasca-Penggeledahan, Taj Yasin Beri Pendampingan Psikologis para Santri

  • October 30, 2026
Pasca-Penggeledahan, Taj Yasin Beri Pendampingan Psikologis para Santri

Masyarakat Diminta Jaga Kamtib Jelang Konser Andrea Bocelli di Borobudur

  • October 30, 2026
Masyarakat Diminta Jaga Kamtib Jelang Konser Andrea Bocelli di Borobudur

KPK Izinkan Pemda DIY Manfaatkan lagi Stadion Mandala Krida

  • October 30, 2026
KPK Izinkan Pemda DIY Manfaatkan lagi Stadion Mandala Krida

Pengiriman Hewan Peliharaan Lewat Kalog Naik 19%

  • October 30, 2026
Pengiriman Hewan Peliharaan Lewat Kalog Naik 19%

KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum

  • October 30, 2026
KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum