Mantan Ketua BPD Damarsi Buka Suara Soal Penyalahgunaan TKD

MANTAN Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Damarsi, Sodikun, memenuhi panggilan penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Senin (15/6). Sodikun diperiksa terkait dugaan kasus penyalahgunaan Tanah Kas Desa (TKD) yang beralih fungsi menjadi rumah kos.

Pemeriksaan tersebut berfokus pada pengetahuan saksi mengenai proses awal rencana tukar guling lahan tersebut. Sodikun menjelaskan bahwa kapasitasnya dalam perkara ini hanya sebatas mengetahui proses awal hingga munculnya wacana tukar guling. Ia menegaskan tidak mengetahui lebih jauh mengenai proses akhir hingga berdirinya bangunan kos di atas lahan yang dipersoalkan.

“Setahu saya hanya proses awal sampai terjadinya rencana wacana tukar guling itu. Mengenai pembangunan yang dinilai menyalahi prosedur, itu sudah bukan era saya lagi. Saya menjabat sebagai Ketua BPD hanya sampai tahun 2020,” ujar Sodikun setelah menjalani pemeriksaan.

BACA JUGA  Satlantas Polresta Sidoarjo Buka Layanan SIMANTAP Malam Minggu di TPI

Sosialisasikan ke masyarakat

Mantan Ketua BPD Damarsi, Sodikun saat memberi keterangan kepada wartawan, Senin (15/6). (MN/OTW)

Lebih lanjut, Sodikun membeberkan bahwa pada tahun 2019 silam, BPD sempat menggelar Musyawarah Desa (Musdes) menyusul adanya wacana tukar guling TKD ke lahan milik Haji Yokan yang tercatat atas nama Ali Fikri. Lahan pengganti tersebut kabarnya dibeli oleh pihak pengembang (PT) yang dipimpin oleh Agus Nasroni.

Sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat, sebuah papan penanda sempat ditancapkan di lokasi lahan tersebut pada 2019. Di dekat papan nama bertuliskan “Tanah Kas Desa” tersebut ada foto tiga orang, yakni perwakilan pengembang PT Jaya Tera (Agus Nasroni), mantan Ketua BPD Sodikun, dan Kepala Desa Damarsi yang menjabat saat ini, Miftakul Anharuddin.

BACA JUGA  Polisi Didesak Segera Tangkap Pimpinan Ponpes Pelaku Pelecehan Seksual di Sidoarjo

Namun, Sodikun menegaskan bahwa aksi penancapan papan tersebut pada saat itu barulah sebuah formalitas wacana. Artinya belum ada kesepakatan tukar guling yang sah secara hukum.

“Penancapan itu sebagai bentuk sosialisasi ke masyarakat bahwa ini loh rencana TKD yang mau ditukar ke lahan ini. Jadi statusnya saat itu masih sebatas rencana, objeknya belum ditukar dan belum menjadi TKD. Kondisinya pun masih berupa sawah, belum ada bangunan,” jelas Sodikun.

Tidak tahu soal dokumen

Sodikun juga mengaku sama sekali tidak mengetahui terkait dokumen ikatan jual beli tanah antara ahli waris Ali Fikri dengan pihak PT Jaya Tera, maupun siapa pihak yang menerbitkan izin hingga bangunan rumah kos tersebut akhirnya bisa berdiri di atas lahan sengketa.

BACA JUGA  Satgas Pangan Sidoarjo masih Temukan Beras Oplosan di Pasar

Menurutnya, pihak PT diduga berani memastikan rencana tersebut karena sudah memberikan uang muka atau down payment (DP) kepada pemilik lahan asal, Haji Yokan.

“Kalau masalah izin mendirikan bangunan atau proses setelah tahun 2020, saya sudah purna tugas. Mungkin pengurus BPD yang sekarang yang lebih memahami hal tersebut,” pungkasnya. (OTW/M-01)

Related Posts

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

PEMERINTAH Kota Bandung terus mendorong pembenahan transportasi publik melalui pengembangan sistem integrasi angkutan kota (angkot). Program yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut kini mulai diuji coba untuk menghadirkan…

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

KEJAKSAAN Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menahan seorang pimpinan sebuah bank pelat merah di Sleman berinisial HSU. Kasi Penkum Kejati DIY Langgeng Prabowo menjelaskan dalam menangani kasus itu mereka memeriksa saksi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

  • November 6, 2026
Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

  • November 6, 2026
Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

  • November 6, 2026
Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

  • November 6, 2026
Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

  • November 6, 2026
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali

  • November 6, 2026
KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali