
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar meminta maaf kepada masyarakat atas kendala akses yang terjadi pada laman sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) saat pengumuman hasil pemetaan.
Kadisdik Jabar, Purwanto menyatakan, gangguan akses tersebut terjadi akibat tingginya antusiasme masyarakat yang mengakses sistem secara bersamaan, ditambah proses optimalisasi fitur pengumuman untuk memastikan data ditampilkan secara akurat dan presisi.
“Atas nama Pemprov dan Disdik Jabar, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami para orang tua dan calon murid baru dalam mengakses pengumuman hasil PCMB,” tuturnya.
Tidak pengaruhi keamanan
Purwanto memaparkan yang jelas, kendala yang muncul tidak memengaruhi keamanan data, karena seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan baik.
“Kami memberikan jaminan penuh bahwa seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan sangat aman. Tidak ada satu pun hak calon murid yang dirugikan secara administratif akibat proses penyempurnaan sistem ini,” tandasnya.
Kadisdik menekankan, tim teknis terus bekerja untuk menyelesaikan penyempurnaan fitur pengumuman agar layanan dapat diakses secara optimal oleh seluruh masyarakat.
Siapkan Solusi bagi Calon Murid yang Belum Tertampung
Purwanto pun berkomitmen untuk memastikan seluruh anak di Jabar memperoleh akses pendidikan. Melalui pelaksanaan PCMB, pemerintah berupaya memetakan calon murid secara menyeluruh agar mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan kondisi dan pilihan yang tersedia.
Ia memahami bahwa daya tampung SMA dan SMK negeri masih terbatas. Oleh karena itu, bagi calon murid yang belum diterima di sekolah negeri, telah disiapkan berbagai skema agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
“Saat ini, menurutnya, terdapat sekitar 77 ribu calon murid yang belum tertampung di sekolah negeri. Anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri akan kami salurkan ke sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar sebagai bagian dari upaya perlindungan layanan pendidikan,” jelasnya.
Kerja sama tersebut sebut Purwanto terus diperluas melalui koordinasi antara Cabang Dinas Pendidikan dengan sekolah-sekolah swasta di setiap wilayah, khususnya di daerah yang memiliki jumlah calon murid belum tertampung cukup tinggi.
“Melalui skema tersebut, biaya pendidikan seperti Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) maupun Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), akan mendapat dukungan pembiayaan dari Pemprov Jabar sesuai skala prioritas dan kapasitas fiskal daerah,” paparnya.
SMA Terbuka
Selain itu kata Purwanto pemprov juga terus mengoptimalkan perluasan akses SMA Terbuka, di wilayah-wilayah yang membutuhkan sebagai bagian dari upaya memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan.
Purwanto pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap keamanan data maupun hasil pemetaan. Seluruh proses dilakukan secara akuntabel dan terus disempurnakan berdasarkan evaluasi di lapangan.
“Kami memastikan data calon murid tetap aman dan tidak ada manipulasi dalam proses ini. Atas berbagai kendala yang terjadi, kami kembali memohon maaf dan akan terus melakukan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ucapnya.(zahra/M-01)






