Keluarga yang Tewas di Glamping Posong karena Keracunan Karbon Monoksida

POLDA Jawa Tengah memastikan empat anggota keluarga yang ditemukan meninggal dunia di Glamping Safari Nomor 3, Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida (CO).

Kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil penyelidikan berbasis Scientific Crime Investigation (SCI) yang melibatkan olah tempat kejadian perkara, autopsi, pemeriksaan toksikologi, serta analisis laboratorium forensik.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan, seluruh hasil penyelidikan menunjukkan korban meninggal akibat paparan karbon monoksida dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun zat beracun lainnya.

Peristiwa bermula saat korban menginap di kawasan wisata Posong pada 26 Mei lalu. Sebelum masuk tenda, petugas pengelola telah mengingatkan agar tungku tidak dinyalakan di dalam tenda karena berbahaya. Namun saat ditemukan keesokan harinya, tungku tanah liat berada di dalam tenda dekat pintu masuk.

BACA JUGA  Polda Jateng Amankan 18 Kg Sabu dan Dua Pengedar

Prosedur keselamatan

Polda Jateng saat memberi keterangan soal keluarga yang tewas di Glamping Posong. (Dok/Ist)

Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengungkapkan, penyidik telah memeriksa 27 saksi dan sejumlah barang bukti, termasuk sisa makanan yang dikonsumsi korban. Hasil pemeriksaan tidak menemukan indikasi keracunan makanan maupun unsur kelalaian dari pihak pengelola.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir menambahkan, prosedur keselamatan telah dijalankan dan petugas telah memberikan peringatan kepada korban terkait bahaya penggunaan tungku di dalam tenda.

Sementara itu, hasil simulasi laboratorium forensik menunjukkan pembakaran tungku di dalam tenda menghasilkan gas karbon monoksida dengan konsentrasi hingga 2.000 ppm yang sangat berbahaya bagi manusia. Bahkan pembakaran di luar tenda tetap berpotensi menyebabkan gas masuk ke dalam dan melampaui ambang batas aman.

BACA JUGA  Polda DIY Serahkan Mekanisme Pemanggilan Anggotanya ke Polda Jateng

Tidak menyalakan tungku

Polda Jateng saat memberi keterangan soal keluarga yang tewas di Glamping Posong. (Dok/Ist)

Polda Jateng mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan tungku arang, kompor portabel, atau sumber pembakaran lainnya di dalam tenda maupun ruang tertutup. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beristirahat atau tidur di dalam kendaraan dengan mesin menyala dan kaca tertutup rapat.

“Gas karbon monoksida tidak berwarna dan tidak berbau, namun dapat menyebabkan kehilangan kesadaran hingga kematian. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan saat berkemah maupun berwisata di alam terbuka,” kata Artanto. (Htm/M-01)

BACA JUGA  Polda Jateng Bentuk Ditres PPA dan Rotasi Jabatan Strategis

Related Posts

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

AKIBAT masih maraknya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan keamanan pangan. Wali Kota Bandung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

  • September 14, 2026
Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

  • September 14, 2026
Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

  • September 14, 2026
Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru

  • September 14, 2026
Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru