Satgas Pangan Sidoarjo masih Temukan Beras Oplosan di Pasar

TIM Satgas Pangan Polresta Sidoarjo menemukan beras premium diduga oplosan yang masih dijual bebas, saat melakukan razia di Pasar Tradisional Larangan, Jumat (25/7). Sementara para pedagang mengaku penjualan beras mereka turun hingga 50 persen, akibat informasi adanya beras premium oplosan di pasaran.

Untuk mengantisipasi penyebaran beras premium oplosan di lapangan, tim Satgas Pangan Polresta Sidoarjo mengoptimalkan razia di sejumlah pasar tradisional. Salah satunya razia di Pasar Tradisional Larangan Sidoarjo.

Dalam razia itu petugas menemukan beras premium, yang diduga oplosan yang masih dijual bebas. Merek beras yang dimaksud adalah Sania, salah satu dari lima merek yang diduga oplosan.

Lima merek

Satgas Pangan pusat sudah merilis lima merek beras premium oplosan, salah satunya beras diproduksi PT PIM dengan merek Sania. Kemudian PT FS dengan merek beras Setra Ramos Merah, Setra Ramos Biru, dan Setra Kulen. Selanjutnya toko SY dengan merek beras Jelita dan Anak Kembar.

BACA JUGA  Pendekar Bodoh Melebarkan Sayap D'Cost di Sidoarjo

Dalam razia ini petugas mendata agen beras, dan juga mengambil sampel beras premium berbagai merek yang dijual di pasaran. Sampel beras tersebut selanjutnya akan diuji di Laboratorium Bulog.

“Kami melakukan operasi pasar dengan menyisir sejumlah toko di wilayah Sidoarjo. Kami ambil sampel beras yang dijual dan akan kami uji di laboratorium untuk memastikan kualitasnya sesuai label,” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Fahmi Amrullah.

Lakukan pengawasan

Fahmi memastikan, Satgas Pangan Polresta Sidoarjo akan terus mengawasi distribusi dan penjualan beras di pasaran. Serta mengambil langkah tegas bila ditemukan pelanggaran hukum terkait pengoplosan beras.

Terkait maraknya informasi beras premium oplosan, omzet penjualan para agen beras turun drastis hingga 50 persen. Salah satu agen beras dalam sehari biasanya omzet penjualan rata-rata Rp30 juta per hari, turun tinggal Rp15 juta hingga Rp20 juta.

BACA JUGA  Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Berkebutuhan Khusus

“Biasanya sehari bisa dapat Rp40 juta. Sekarang paling-paling cuma Rp20 juta. Pembeli jadi takut, padahal kami nggak tahu kalau itu beras oplosan,” keluh Putri. (OTW/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

CANDI Prambanan menjadi semakin menarik dengan hadirnya instalasi seni Sunflower Angel. Berlangsung pada 21 Mei hingga 14 Juni 2026, pameran ini menghadirkan karya seni bunga matahari yang berdiri megah berlatar…

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi dalam Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting. Penghargaan itu diberikan berdasarkan penilaian kinerja dan komitmen…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

  • June 10, 2026
Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

  • June 9, 2026
Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

  • June 9, 2026
Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

  • June 9, 2026
KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

  • June 9, 2026
Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika

  • June 9, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika