Hina Pasien BPJS, Pegawai RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Diperiksa

SEORANG staf pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Jawa Barat diduga menulis komentar menghina seorang pasien pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang curhat belum mendapat kamar rumah sakit di akun Instagramnya. Komentar itu pun viral dan berbuntut panjang.

Kasus tersebut bermula dari unggahan pasien di akun Threads mengeluh harus menunggu 8 jam untuk memperoleh ruang perawatan hingga curhatan tersebut ramai diperbincangkan warganet.

Namun alih-alih menuai empati, unggahan itu justru mendapat komentar bernada kasar dari akun diduga milik tenaga kesehatan salah satunya milik NZ, staf pegawai RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Komentar menggunakan kalimat menghina terhadap pasien kemudian viral dan menuai kecaman publik. Apalagi setelah pasien yang mengunggah curhatan itu dikabarkan meninggal sekitar sepekan kemudian.

Lakukan penelusuran

Sejatinya peristiwa pelayanan rumah sakit yang dikeluhkan itu terjadi di daerah lain, bukan di RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Namun karena yang berkomentar Nakes dari RS tersebut ceritanya jadi berbeda.

BACA JUGA  Desa Cicadas, Subang Dikukuhkan Jadi Desa Binaan Imigrasi

Direktur RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Budi Tirmadi saat dimintai tanggapannya mengatakan baru melihat unggahan di Instagram itu. Pihaknya pun langsung melakukan penelusuran begitu mengetahui persoalan terjadi di internal rumah sakit.

Dia pun akhinya mendapat konfirmasi bahwa yang bersangkutan bukan tenaga kesehatan tapi staf administrasi biasa.

“Unggahan viral di akun instagram bukan sebagai dokter maupun perawat, tapi dia merupakan pegawai tetap di bagian RSUD Dr Soekardjo hingga tindakan berdampak terhadap nama baik institusi. Namun, atas kejadian itu bagian kepegawaian langsung melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pegawai tersebut,” ujar, Direktur RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Budi Tirmadi, Rabu (5/8/2026).

Bahan interopeksi

Budi Tirmadi mengatakan, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap staf pegawai telah dilakukan sejak pagi dan selanjutnya koordinasikan hingga melaporkannya ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta inspektorat Pemerintah Kota Tasikmalaya.

BACA JUGA  Dua Korban Terseret Arus di Cianjur Ditemukan Meninggal

Pemanggilan dan pemeriksaan dilakukan terhadap pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), sehingga proses pembinaan dan penegakan disiplin akan mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Komentar di akun Instagram merupakan tindakan pribadi, tidak berkaitan dengan pelayanan RSUD Dr Soekardjo.karena pasien yang bersangkutan bukan dirawat di rumah sakit kami.”

“Meski begiti kami menyayangkan tindakan itu karena telah merusak citra institusi yang mana selama ini tengah berupaya untuk membangun kepercayaan masyarakat. Ini menjadi introspeksi bagi kami semua,” katanya.

Bijak menggunakan Medsos

Menurutnya, pihaknya mengingatkan bagi seluruh pegawai agar bijak menggunakan media sosial saat menanggapi keluhan masyarakat mengenai layanan kesehatan.

Kasus itu juga bisa menjadi pelajaran bago semua. “Seragam boleh dilepas setelah jam kerja tapi etika tidak ikut pulang, di ruang digital, identitas pribadi kerap melekat pada institusi bukan hanya nama individu dipertaruhkan hingga kepercayaan publik terhadap pelayanan semestinya menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.’

BACA JUGA  Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Bandung masih Sepi Peminat

“Kami selalu mengingatkan agar seluruh pegawai agar berhati-hati bermedia sosial ketika menghadapi keluhan masyarakat. Yang dibutuhkan kebijaksanaan, bukan penghakiman. Karena kalau sudah terjadi seperti ini harus ada tindakan tegas dan kasus ini menjadi pelajaran supaya tak berulang kembali,” pungkasnya. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

UGM Raih Peringkat Ketiga UI GreenMetric Indonesia 2026

UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) meraih peringkat ketiga Perguruan Tinggi Paling Berkelanjutan di Indonesia berdasarkan total skor keseluruhan. Capaian itu menempatkan UGM dalam tiga besar perguruan tinggi dengan kinerja keberlanjutan terbaik…

Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

DEKAN Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Prof. Budi Guntoro, Ph.D., ditetapkan sebagai presiden Asian Association of Agricultural Colleges and Universities (AAACU) periode 2026–2028. Penetapan tersebut berlangsung dalam 25th AAACU General…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

  • September 16, 2026
Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

UGM Raih Peringkat Ketiga UI GreenMetric Indonesia 2026

  • September 16, 2026
UGM Raih Peringkat Ketiga UI GreenMetric Indonesia 2026

83 Warga Sumberharjo Prambanan Terima Serat Kekancingan Tanah Kasultanan

  • September 16, 2026
83 Warga Sumberharjo Prambanan Terima Serat Kekancingan Tanah Kasultanan

Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

  • September 16, 2026
Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

UIN Sunan Kalijaga Raih Tiga Penghargaan UI GreenMetric

  • September 16, 2026
UIN Sunan Kalijaga Raih Tiga Penghargaan UI GreenMetric

Wagub Jabar Minta Mahasiswa Baru Ikopin Jaga Eksistensi Koperasi

  • September 16, 2026
Wagub Jabar Minta Mahasiswa Baru Ikopin Jaga Eksistensi Koperasi