Sidang Tipiring Miras, Hakim Minta Satpol PP tak Tebang Pilih

PENGADILAN Negeri (PN) Sidoarjo menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terkait kasus penjualan minuman keras (miras) ilegal di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Rabu (5/8).

Persidangan yang digelar di Kantor Satpol-PP Sidoarjo dengan hakim tunggal PN Sidoarjo, Bambang Trikoro itu menghadirkan tiga orang terdakwa penjual miras.

​Terdakwa pertama, Juniar selaku penanggung jawab Toko Santuyy, menjalani persidangan dengan menghadirkan dua orang saksi yang merupakan anggota Satpol PP Sidoarjo, yakni Puguh dan R Novianto.

​Berdasarkan keterangan di persidangan, Toko Santuyy di Perumahan Kahuripan Nirwana Village terbukti beroperasi tidak sesuai izin yang dimiliki. Toko tersebut hanya mengantongi izin sebagai distributor, namun pada praktiknya justru melakukan penjualan secara eceran.

BACA JUGA  Warga Keluhkan dengan Maraknya Peredaran Miras dan Judi Online

Melanggar Perda

PN Sidoarjo menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terkait kasus penjualan minuman keras (miras) ilegal. (Dok.OTW)

Tindakan itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sidoarjo Nomor 10 Tahun 2013 yang secara tegas melarang penjualan miras secara eceran. Sebelum penindakan ini, pihak Satpol PP Sidoarjo sebenarnya telah memberikan surat peringatan sejak 2020 lalu.

“Menghukum terdakwa dengan membayar denda Rp1 juta,” kata hakim Bambang.

​Persoalan serupa juga menjerat terdakwa kedua, Andri Kurniawan,40, pemilik Toko Libra juga beralamat di Perumahan Kahuripan Nirwana Village. Saksi Puguh mengungkapkan di hadapan majelis hakim bahwa dalam menjalankan usahanya, miras-miras tersebut kerap disimpan di dalam gudang toko. Andri pun dihukum membayar denda Rp1 juta.

​Sementara itu, terdakwa ketiga merupakan pemilik toko sembako di kawasan Krembung, M Riki Ardiansyah,25. Berbeda dengan dua terdakwa sebelumnya, Riki nekat menjual miras tanpa mengantongi izin sama sekali dengan cara menyembunyikannya di antara barang-barang dagangan sembako di tokonya. Riki dihukum membayar denda Rp300 ribu karena alasan kemanusiaan menjadi tulang punggung keluarga.

BACA JUGA  Pemkab Sleman Siap Terbitkan Regulasi Miras

Barang bukti

PN Sidoarjo menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terkait kasus penjualan minuman keras (miras) ilegal. (Dok.OTW)

​Dalam penertiban ini, petugas Satpol PP Sidoarjo berhasil menyita sejumlah barang bukti dari para terdakwa. Barang bukti yang diamankan meliputi satu karton miras dari Toko Santuyy milik Juniar, 50 karton miras dari Toko Libra milik Andri Kurniawan, serta satu karton miras berbagai merek dari toko sembako milik M Riki Ardiansyah.

​Menanggapi temuan kasus tersebut, Hakim Bambang Trikoro menegaskan agar Satpol PP Sidoarjo bertindak tegas dan adil dalam menegakkan Perda. Hakim meminta petugas Satpol PP untuk menindak seluruh pelanggar peredaran miras tanpa ada praktik tebang pilih di lapangan. (OTW/M-01)

BACA JUGA  Polresta Sleman Musnahkan Ribuan Botol Miras

Related Posts

Masyarakat Diminta Percayai Polri Usut Kasus Penyadapan Ilegal

MENTERI Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak masyarakat untuk mempercayai Polri dalam menyelidiki kasus dugaan penyadapan ilegal. Menurutnya Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh…

Terbukti Lakukan Penyadapan Ilegal, Listyo Sigit dkk Terancam Hukuman 10 Tahun

BARESKRIM Polri resmi menetapkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta, dan Irjen Eko Hadi Santoso sebagai tersangka kasus penyadapan hingga illegal access yang salah satu targetnya ialah Presiden Prabowo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

PSMS Tahan Persija, Arema Gulung Rans Nusantara

  • November 4, 2026
PSMS Tahan Persija, Arema Gulung Rans Nusantara

Masyarakat Diminta Percayai Polri Usut Kasus Penyadapan Ilegal

  • November 4, 2026
Masyarakat Diminta Percayai Polri Usut Kasus Penyadapan Ilegal

Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Diundur Jadi Desember Tahun Depan

  • November 3, 2026
Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Diundur Jadi Desember Tahun Depan

Terbukti Lakukan Penyadapan Ilegal, Listyo Sigit dkk Terancam Hukuman 10 Tahun

  • November 3, 2026
Terbukti Lakukan Penyadapan Ilegal,  Listyo Sigit dkk Terancam Hukuman 10 Tahun

Polri Tetapkan LSP, ASN, EH Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal

  • November 3, 2026
Polri Tetapkan LSP, ASN, EH Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal

Dorong Logistik Berkelanjutan, Angkutan Kontainer Bidik Pertumbuhan 8,5%

  • November 3, 2026
Dorong Logistik Berkelanjutan, Angkutan Kontainer Bidik Pertumbuhan 8,5%