UIN Sunan Kalijaga Dukung Pendidikan Inklusif Lewat Festival Difabel

UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu, menggelar Perayaan dan Penganugerahan Festival Difabel bertajuk Here Together, Grow Forever.

Gelaran ini sekaligus dalam rangka Dies Natalis ke-19 Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga.

Pada kesempatan itu Koordinator Pusat Layanan Difabel (PLD) LPPM UIN Sunan Kalijaga, Dr. Asep Jahidin mengemukakan inklusi bukan hadiah yang datang tiba-tiba.

Inklusi adalah ekosistem yang harus terus dirawat, dibangun, dan dijaga agar tetap tumbuh dalam posisi terbaik.

“Sebab, dalam perjalanannya, inklusi bisa bergerak naik dan turun. Festival Difabel menjadi salah satu ikhtiar untuk merawat semangat tersebut,” katanya.

Bukan sekadar retorika

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Noorhaidi. (Dok.Ist)

Dikatakan semangat inklusivitas itu tidak hanya hadir dalam retorika, tetapi juga tampak sejak rangkaian acara dimulai.

“Panggung Festival Difabel menjadi ruang ekspresi yang memperlihatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk tampil, berkarya, dan mengambil peran,” ujarnya.

Kegiatan dalam festival ini antara lain  tari daerah oleh penyandang difabel, tilawah Al-Qur’an yang dilantunkan mahasiswa tunanetra, hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Sunan Kalijaga yang dibawakan oleh Gita Divana, paduan suara di bawah naungan PLD.

Menghargai keberagaman

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan menegaskan UIN Sunan Kalijaga sejak awal telah membuka ruang bagi berbagai macam perbedaan.

BACA JUGA  Rektor UIN Ajak Wisudawan Jauhi Gadget untuk Rasakan Hidup

Semangat itu diwujudkan melalui pengembangan pendidikan yang terbuka, menghargai keberagaman, serta memberi tempat yang setara bagi seluruh warga kampus.

Ia menyebut, setelah bertransformasi menjadi UIN, keberpihakan terhadap pendidikan inklusif ditunjukkan secara lebih nyata melalui pendirian Pusat Layanan Difabel.

Akses pendidikan

Kehadiran PLD menjadi salah satu penanda penting bahwa kampus tidak hanya membangun keunggulan akademik, tetapi juga memastikan akses pendidikan yang berkeadilan bagi mahasiswa difabel.

“Setiap warga bangsa, siapa pun mereka, memiliki hak, tempat, dan kedudukan yang sama di hadapan hukum dan negara. Kita semua sama sebagai makhluk Tuhan yang dilahirkan ke dunia sebagai insan kamil, makhluk yang sempurna.”

“Yang membedakan hanyalah ketakwaan, yaitu komitmen untuk memperjuangkan kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan,” tutur Prof. Noorhaidi.

Rektor juga mengatakan PLD UIN Sunan Kalijaga telah lama menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan pendidikan inklusif di perguruan tinggi.

Sejak sekitar 2007, sejumlah kampus mulai datang ke UIN Sunan Kalijaga untuk belajar dan mengembangkan pusat layanan serupa guna memperkuat layanan pendidikan inklusif di lingkungan masing-masing.

Beri apresiasi

Rektor mengapresiasi PLD yang terus bergerak melakukan inovasi. Salah satunya melalui Festival Difabel, sebuah ruang ekspresi yang menunjukkan bahwa bakat, karya, dan prestasi dapat tumbuh dari siapa saja.

BACA JUGA  Kekerasan terhadap Perempuan Belum Usai

Di atas panggung tersebut, mahasiswa difabel menghadirkan berbagai pertunjukan yang menegaskan bahwa kondisi fisik bukan penghalang untuk bernyanyi, bermusik, menari, dan menampilkan potensi terbaik lainnya.

“Jangan pernah patah semangat. Teruskan perjuangan kehidupan kalian. Kami mendukung sepenuhnya upaya kalian untuk menjadi sosok yang bisa memberikan sumbangaih penting bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah TED Talk alumni yang menghadirkan PLD UIN Sunan Kalijaga. Dalam sesi tersebut, dua alumni difabel membagikan pengalaman mereka menempuh studi di kampus ini dan bagaimana PLD berperan dalam mendukung proses akademik mereka.

Kesan dan pesan alumni

Hastu, alumni difabel Tuli dari Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi, menceritakan bagaimana layanan inklusif di kampus membantunya menjalani perkuliahan.

Kini, ia berkarier sebagai konten kreator sekaligus pegawai BUMN di Pertamina, Jakarta. Sementara itu, Anes, penyandang tunanetra yang merupakan alumni Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum, membagikan kisahnya selama menempuh studi di UIN Sunan Kalijaga.

Berkat pendampingan PLD yang berjalan secara intensif, ia mampu menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 5 bulan dan meraih IPK terbaik di program studinya.

BACA JUGA  Rektor UIN Sunan Kalijaga: Banyak Sarjana Kurang Kompetensi

Setelah lulus, Anes kini mengabdi sebagai aparatur sipil negara dengan posisi sebagai Analis Perkara Peradilan di Pengadilan Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kisah keduanya menjadi gambaran bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tentang membuka akses masuk ke perguruan tinggi, tetapi juga memastikan mahasiswa difabel dapat belajar, berkembang, lulus, dan berkontribusi di ruang-ruang profesional.

Bagian dari HAM

Bagi UIN Sunan Kalijaga, keberadaan PLD merupakan bagian dari komitmen kampus terhadap hak asasi manusia, terutama dalam memastikan setiap orang memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas.

Kampus juga membuka jalur afirmasi bagi mahasiswa difabel sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan tinggi.

Melalui Festival Difabel, UIN Sunan Kalijaga menegaskan kembali bahwa inklusi bukan sekadar program pendampingan, melainkan budaya akademik yang harus terus dirawat.

Di dalamnya, mahasiswa difabel tidak ditempatkan sebagai objek layanan, tetapi sebagai subjek yang memiliki potensi, suara, karya, dan masa depan yang sama untuk tumbuh sebagai penerus kepemimpinan bangsa. (AGT/M-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

MUI Sidoarjo Desak Pemkab Tindak Tegas Praktik Penjualan Miras

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menindak tegas maraknya praktik penjualan minuman keras (miras) terselubung yang memanfaatkan penyalahgunaan izin usaha. ​Desakan tersebut disampaikan Ketua Komisi…

Fapet UGM Hadirkan Farm Tourism Holiday untuk Sarana Edukasi Anak-anak

PUSAT Pengembangan Ternak (PPT) Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menghadirkan program FarmTourism Holiday pada pertengahan 2026 sebagai sarana edukasi peternakan bagi anak-anak. Ir. Tian Jihadhan Wankar, S.Pt., M.Sc.,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

AS dan Iran Didesak Lakukan Gencatan Senjata Selama 10 Hari

  • July 22, 2026
AS dan Iran Didesak Lakukan Gencatan Senjata Selama 10 Hari

Menkes Sebut Rokok Elektrik juga Berbahaya untuk Kesehatan

  • July 21, 2026
Menkes Sebut Rokok Elektrik juga Berbahaya untuk Kesehatan

Kemarau Panjang Sebabkan Karhutla di Garut

  • July 21, 2026
Kemarau Panjang Sebabkan Karhutla di Garut

OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari

  • July 21, 2026
OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari

Dedi Usul Penempatan Aparat Bersenjata di Titik Rawan Begal di Bandung Raya

  • July 21, 2026
Dedi Usul Penempatan Aparat Bersenjata di Titik Rawan Begal di Bandung Raya

MUI Sidoarjo Desak Pemkab Tindak Tegas Praktik Penjualan Miras

  • July 21, 2026
MUI Sidoarjo Desak Pemkab Tindak Tegas Praktik Penjualan Miras