
UNIVERSITAS Diponegoro (Undip) menanda tangani Nota Kesepahaman dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada Jumat, 4 September 2026.
Kolaborasi ini diarahkan untuk mempertemukan kompetensi akademik dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa memperoleh pengalaman profesional di salah satu kawasan industri pengolahan nikel di Indonesia.
Nota Kesepahaman resmi ditandatangani Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., bersama General Manager HRD PT Indonesia Weda Bay Industrial Park, Roslina Sangaji.
Dokumen kerja sama berfokus pada pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama peningkatan sumber daya manusia melalui program magang mahasiswa serta bidang lain yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan kedua pihak.
Prof. Suharnomo menyambut hangat kedatangan jajaran manajemen PT IWIP serta mengapresiasi terobosan kolaborasi yang berorientasi pada manfaat bagi mahasiswa.
Relevan dengan kebutuhan lapangan
Ia menegaskan integrasi antara kampus dan kawasan industri pemrosesan sumber daya alam merupakan kunci penting agar lulusan perguruan tinggi memiliki kesiapan kerja yang relevan dengan kebutuhan lapangan.
“Sering kali wacana link and match diperbincangkan, namun fakta di lapangan justru berjalan sendiri-sendiri. Melalui silaturahmi dan kerja sama yang konkret seperti ini, kita bisa saling memahami potensi satu sama lain.”
“Undip sangat terbuka untuk kolaborasi perekrutan maupun magang. Harapannya, kerja sama ini mendatangkan keberkahan, kemajuan, serta dampak nyata bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas,” tutur Rektor Undip.
Peran generasi muda
Sementara itu, Roslina Sangaji, menyampaikan kerja sama dengan Undip merupakan langkah strategis perusahaan dalam mencari sumber daya manusia terbaik dari perguruan tinggi terkemuka.
Ia menekankan pentingnya peran generasi muda Indonesia untuk mengambil alih peran teknologis serta posisi strategis di kawasan industri terpadu tersebut.
“Kawasan industri kami berkembang sangat pesat dan membutuhkan talenta-talenta hebat dari perguruan tinggi unggulan seperti Undip untuk dibina hingga mampu mengisi posisi kunci perusahaan.”
“Kami tidak hanya menawarkan pengalaman magang, tetapi juga fasilitas akomodasi terbaik serta ekosistem kerja profesional yang aman dan nyaman. Kami berharap para mahasiswa UNDIP berani mengambil peluang ini dan membawa cerita inspiratif saat kembali ke kampus,” ungkap Roslina.
Roslina juga menjelaskan mahasiswa yang mengikuti program magang akan memperoleh pengalaman bekerja di kawasan industri IWIP di Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Dalam pemaparannya, perusahaan menyiapkan dukungan bagi peserta berupa tempat tinggal berstandar apartemen di kawasan khusus, akomodasi, konsumsi gratis, asuransi, seragam kerja, hingga pembiayaan tiket transportasi penerbangan pulang-pergi, serta uang saku selama program berlangsung. (HTM/M-01)






