
MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rahmat Pambudi mendeklarasikan arah baru hilirisasi industri sawit dengan mendorong produksi minyak sawit yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Konsep tersebut mengusung three l and one h yaitu low water consumption, low energy consumption, low carbon emission, dan high nutrition.
Dalam kunjungannya ke kampus Instiper Yogyakarta, Sabtu, Rahmat Pambudi mengaku mendapatkan gambaran terkait arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pengembangan dan hilirisasi industri sawit.
Dalam kesempatan itu, ia juga meninjau pameran pengolahan kopi di kampus Instiper dan meninjau pabrik mini pengolahan sawit yang berada di lingkungan kampus. Di lokasi tersebut rahmat mendapat penjelasan mengenai teknologi pengolahan sawit yang dikembangkan Instiper yogyakarta.
Tingkatkan produktivitas
Teknologi itu diklaim mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong proses pengolahan yang lebih efisien.
“Ke depan pengembangan industri sawit tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi. Aspek efisiensi penggunaan air dan energi, penurunan emisi karbon, serta peningkatan nilai gizi/ juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Setelah meninjau pabrik mini pengolahan sawit, Rahmat Pambudi memberikan motivasi kepada mahasiswa baru Instiper Yogyakarta. Ia
mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi dan teknologi, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan sehingga dapat berkontribusi dalam mendukung hilirisasi dan pembangunan industri nasional. (Agt/N-01)









