
DEWAN Pimpinan Wilayah Partai NasDem Daerah Istimewa Yogyakarta secara tegas menyatakan keberatan dengan pemberitaan Majalah Tempo yang berjudul ‘PT NasDem Indonesia Raya Tbk,’ edisi Senin 13/4/2026.
Didampingi sejumlah pengurus DPW Partai NasDem DIY serta jajaran kepengurusan DPC se DIY, Selasa petang di kantor DPW Partai NasDem DIY, Wakil Ketua DPW Partai NasDem DIY yang sekaligus Juru Bicara DPW Aulia Reza Bastian mengatakan beberapa hal yang menjadi keberatan antara lain tulisan Majalah Tempo yang menyebut Partai NasDem akan diambil alih institusi lain.
Hal itu, katanya tidak benar. Informasi tersebut, ujarnya tidak mencerminkan produk pers yang tidak berkode etik karena tidak sesuai fakta dan tidak berimbang.
“Tidak terlihat adanya usaha Tempo untuk mewawancarai Surya Paloh sebagai narasumber,” kata Aulia Reza Bastian.
Tendensius
DPW Partai NasDem DIY, katanya, juga menilai Majalah Tempo tendensius dan menyerang sisi personal Surya Paloh, seperti aspek bisnisnya yang tidak berhubungan dengan kasus apapun.
Aulia mengemukakan, dalam tulisannya Tempo menyatakan Surya Paloh babak belur mengurus Partai NasDem sehingga ada upaya untuk dimerger dengan partai lain.
Hak ini katanya bentuk propaganda untuk menjatuhkan marwah Partai NasDem. Hal lainnya, dalam penulisannya, Majalah Tempo juga mengulas fenomena yang terjadi pada Partai NasDem merupakan cermin rapuhnya partai personal.
Suksesi kepemimpinan NasDem membuat isu keretakan di internal. “Informasi itu tidak berbasis fakta,” tegasnya.
Tidak proporsional
Tempo tidak menilai Partai NasDem secara proporsional sebagai institusi yang menjaga pilar demokrasi. Padahal, imbuhnya Partai NasDem konsisten berjuang untuk menyehatkan demokrasi.
“PadaPemilu 2024, meski dengan berbagai upaya penjegalan, NasDem tetap tegak mendapat kenaikan suara menjadi 14.660.516 suara atau 9,6 persen. Sayangnya Tempo tidak melihat itu,” kata Aulia lagi.
Terkait tudingan banyaknya kader NasDem yang pindah ke partai lain, ia mengemukakan situasi di internal NasDem tetap solid. Struktur dan mesin partai tetap utuh.
Ia menyontohkan militansi kader NasDem di Jogja kuat. NasDem di DIY tidak akan emosional atau bertindak anarkis melawan upaya propaganda politik.
NasDem di DIY tetap menjaga budaya Jogja yang arif dan santun.
Dengan pemberitaan tersebut, DPW Partai NasDem DIY mendesak:
1.Majalah Tempo meminta maaf secara terbuka sebagai bentuk komitmen terhadap profesionalisme dan integritas insan pers.
2. Memuat berita klarifikasi atau bantahan yang memulihkan reputasi Partai NasDem dan Surya Paloh.
3. Mengingatkan agar Tempo memegang kode etik jurnalistik dan menyampaikan kebenaran, sekaligus penghormatan atas harkat martabat setiap narasumber. Kode etik harus menjadi pedoman agar Tempo lebih bermoral dan tidak menjadi industri pers yang brutal. (AGT/A-01)








