
BANDARA Husein Sastranegara Bandung resmi menggunakan nama Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Penamaan tersebut merupakan nama resmi yang ditetapkan oleh InJourney melalui Angkasa Pura sebagai pengelola bandara.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Rabu (15/7) menerangkan perubahan yang dilakukan bukan pada konsep branding secara keseluruhan, melainkan pada penetapan nama resmi bandara.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan konsep agar para penumpang langsung merasakan identitas Kota Bandung sejak pertama kali tiba di bandara.
”Kalau desain branding mah enggak ada perubahan namanya. Desain branding itu bagaimana ketika orang turun ke Kota Bandung. Misalnya saya orang Medan, mendarat di Kota Bandung, masuk ke bandara kan ingin merasakan suasana Bandung,” jelasnya.
Nuansa khas Bandung
Menurut Farhan, Pemkot Bandung saat ini sedang memikirkan berbagai elemen yang dapat menghadirkan nuansa khas Kota Bandung di kawasan bandara. Mulai dari tampilan visual, ornamen, hingga unsur budaya yang mampu memberikan kesan pertama yang kuat kepada wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis.
Ia menilai bandara merupakan gerbang utama kota sehingga penting untuk menampilkan identitas Bandung yang dikenal sebagai kota kreatif, berbudaya, dan memiliki daya tarik wisata.
”Nah, suasana Bandungnya itu yang sedang kita pikirkan. Resminya sekarang menjadi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dari InJourney, BUMN,” imbuhnya.
Pembangunan infrastruktur
Sementara itu dari segi infrastruktur,
Sejumlah persiapan juga telah dirampungkan, mulai dari rekayasa lalu lintas, peningkatan penerangan jalan, penataan akses keluar masuk bandara, hingga perbaikan infrastruktur penunjang untuk mendukung kembali beroperasinya bandara tersebut.
Berbagai pekerjaan sipil yang menjadi kewenangan pemerintah daerah juga telah dirampungkan. Mulai dari pelapisan ulang jalan, penataan akses masuk dan keluar bandara, hingga area pick up dan drop off kini telah siap digunakan.
“Pengelolaan area parkir serta transportasi resmi di dalam kawasan bandara, nantinya akan diatur langsung oleh Lanud Husein Sastranegara bersama mitra pengelola. Selain itu Pemkot Bandung juga tengah menyiapkan konsep branding Kota Bandung di area terminal keberangkatan maupun kedatangan setelah memperoleh kesempatan dari InJourney.”
“Sektor pendidikan menjadi salah satu kekuatan utama Kota Bandung. Kehadiran perguruan tinggi ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi magnet bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, wisata belanja, kuliner, serta destinasi yang saling berdekatan menjadi nilai tambah yang dimiliki Kota Bandung dibandingkan daerah lain,” paparnya.
Terus berkoordinasi
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengaku telah melakukan serangkaian koordinasi dengan kepolisian, pengelola jalan nasional dan provinsi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran akses menuju Bandara Husein Sastranegara.
“Kami sudah melakukan koordinasi sejak awal, termasuk uji coba manajemen rekayasa lalu lintas pada 7 Juli 2026. Tujuannya agar arus kendaraan menuju dan keluar bandara berjalan lancar saat operasional penerbangan kembali dimulai,” ucapnya.
Rasdian menambahkan, skema lalu lintas menuju bandara kini dikembalikan ke jalur normal. Kendaraan yang masuk melalui pintu utama akan menggunakan jalur kiri menuju area parkir.
Sedangkan kendaraan yang hanya mengantar penumpang akan diarahkan memutar menuju area drop off di sisi kiri terminal. Rekayasa ini dibuat agar pergerakan kendaraan lebih tertib dan tidak menimbulkan antrean di pintu masuk bandara.
Siap layani penerbangan
Pada kesempatan yang sama, Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, memastikan Lion Group akan menjadi salah satu maskapai yang kembali melayani penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara.
Mulai 6 Agustus 2026, Wings Air akan membuka rute penerbangan Bandung–Bandar Lampung sebanyak tiga kali dalam sepekan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi. Selanjutnya, pada 7 Agustus 2026, Wings Air juga membuka rute langsung Bandung–Palembang.
“Kedua rute tersebut dipilih berdasarkan hasil studi kelayakan yang mempertimbangkan kebutuhan perjalanan masyarakat. Rute ini juga kami siapkan untuk mendukung perjalanan wisata, bisnis, pendidikan, maupun perjalanan dinas antara Jabar dan Sumatera bagian selatan,” pungkasnya.
Danang menyebut, selain melayani penerbangan langsung, Wings Air juga menghadirkan konektivitas lanjutan. Dari Lampung, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju Batam, sedangkan melalui Palembang tersedia koneksi menuju Pangkalpinang, Belitung, Batam, hingga Medan.
Rute baru
Tak hanya itu, Lion Group melalui Super Air Jet juga tengah mempersiapkan delapan rute baru dari Bandara Husein Sastranegara menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi.
“Delapan kota yang diproyeksikan akan dilayani meliputi Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Denpasar. Seluruh rute tersebut masih menunggu proses perizinan dari regulator penerbangan,” sambungnya. (zahra/A-01)






