
PEMERINTAH Kabupaten Sleman bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0732/Sleman resmi memulai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026.
Peresmian program lintas sektoral yang akan berlangsung hingga 13 Agustus mendatang ini ditandai dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, di Lapangan Gamelan, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, pada Rabu.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa program TMMD merupakan wujud kolaborasi sinergis guna mempercepat akselerasi pembangunan kalurahan. Melalui kegiatan ini, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, melainkan juga berupaya menghidupkan kembali semangat gotong royong yang telah lama menjadi jati diri masyarakat Sleman.
Perpaduan TNI dan masyarakat
Dikatakan penerapan program TMMD kali ini berbasis pada perpaduan kekuatan yang solid antara TNI dan masyarakat. Guna menyukseskan agenda tersebut, sebanyak 1 Satuan Setingkat Peleton (SST) personel TNI diterjunkan penuh untuk bergotong royong setiap harinya bersama 20 orang warga setempat.
Kerja sama padat karya ini ditopang oleh dukungan dana terintegrasi dari APBD DIY, APBD Kabupaten Sleman, serta nilai swadaya murni dari masyarakat Sendangtirto berupa logistik dan tenaga.
Dalam pelaksanaannya program difokuskan pada pembangunan corblok jalan sepanjang 128 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 12 cm, serta pembuatan dinding talud penguat sepanjang 179 meter di Dusun Sribit. Sementara di Dusun Gamelan, jalan corblok akan dibangun sepanjang 200 meter yang terintegrasi dengan dinding talud sepanjang 200 meter.
Pembanguan infrastruktur dan RTLH
Akselerasi konektivitas jalan desa juga menyasar Dusun Karangsari melalui pembangunan corblok jalan sepanjang 180 meter serta pembuatan konstruksi gorong-gorong bervolume 3×3 meter. Pembangunan serupa dilaksanakan di Dusun Jetak dengan target corblok jalan sepanjang 150 meter dan talud penahan sepanjang 95 meter.
Selain infrastruktur jalan, program fisik ini menyentuh aspek papan melalui peningkatan kualitas hunian berupa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi dua unit rumah warga yang membutuhkan.
TMMD Sengkuyung Tahap III ini juga menyeimbangkannya dengan serangkaian program sasaran non-fisik yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat.
Beberapa agenda yang siap dilaksanakan meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan guna memperkokoh jiwa nasionalisme, penyuluhan Kamtibmas untuk menjaga kondusivitas wilayah, hingga penyuluhan pencegahan stunting secara terpadu melalui optimalisasi peran kader Posyandu serta Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM).
Bantu Jaga hasil pembangunan
Bupati Harda Kiswaya berharap momentum kemanunggalan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat, terutama dalam menjaga dan merawat hasil-hasil pembangunan pasca-kegiatan selesai.
Ia meyakini bahwa seluruh hasil dari pelaksanaan program TMMD ini akan sangat mendukung komitmen Pemkab Sleman dalam mendorong kalurahan-kalurahan di wilayahnya menjadi kalurahan mandiri yang memiliki ketahanan pangan kuat, aksesibilitas yang baik, serta lingkungan hidup yang sehat demi mewujudkan Sleman yang sejahtera. (AGT/M-01)






