Ketua DPD NasDem Bandung Tersangka, DPP masih Pelajari

DPP Partai NasDem menyatakan masih mengkaji kasus dugaan korupsi yang menjerat Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung, Rendiana Awangga (RA), setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung resmi menetapkannya sebagai tersangka bersama Wakil Wali Kota Bandung, Erwin.

“Informasi penetapan RA sebagai tersangka masih akan kami pelajari terlebih dahulu,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustofa, di sela acara Refleksi Akhir Tahun DPW Partai NasDem Jawa Barat di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Kamis (11/12) malam.

Saan mengaku belum berkomunikasi dengan RA sejak penetapan tersangka tersebut. Hal serupa disampaikan Ketua DPW Partai NasDem Jabar, Mamat Rachmat, yang mengatakan pihaknya belum sempat bertemu langsung karena seluruh pengurus tengah fokus pada rangkaian evaluasi dan refleksi akhir tahun.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Bentuk Satgas Anti Premanisme

“Belum sempat bertemu, karena kita sedang rapat di sini,” kata Mamat.

Ia menegaskan bahwa kasus ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi partai. “Semuanya akan kami evaluasi. Nanti mungkin kita panggil dan berdiskusi. Jika masih bisa dilakukan pembinaan, itu akan kita lakukan bersama,” jelasnya.

Meski berstatus tersangka, Mamat memastikan bahwa RA masih tercatat sebagai kader NasDem. “Belum diberhentikan. Semua ada mekanismenya,” ujarnya, merujuk pada prosedur internal partai terkait sanksi atau pemecatan.

Sebelumnya, Kejari Kota Bandung menetapkan Wakil Wali Kota Bandung Erwin dan RA sebagai tersangka pada Rabu (10/12). Keduanya diduga menyalahgunakan kewenangan dalam pengaturan proyek di sejumlah SKPD. Kepala Kejari Kota Bandung, Irfan Wibowo, menyebut sedikitnya 75 saksi telah diperiksa dan sejumlah alat bukti telah diamankan.

BACA JUGA  Tersangka Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Bertambah 2 Orang

“Kedua tersangka diduga menyalahgunakan kekuasaan dengan meminta proyek ke beberapa SKPD sekaligus mengatur penunjukan penyedia,” tegas Irfan.

Ia menambahkan penyidikan masih berkembang dan membuka kemungkinan adanya tersangka baru. Terkait penahanan, Irfan menjelaskan bahwa keduanya belum ditahan karena harus menunggu persetujuan Menteri Dalam Negeri sesuai ketentuan Undang-Undang Pemerintahan Daerah. (Rava/S-01)

 

 

 

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

TIM bola basket putri Kabupaten Cianjur tampil moncer melawan Kabupaten Indramayu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di GOR Kota Depok, Minggu (1/11/2026). Tim bola basket putri…

Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang Oktober

POLRESTA Sleman bersama jajaran Polsek mengintensifkan razia peredaran minuman keras (miras) tanpa izin guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam razia yang dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026), kata Kasi Humas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persib Pesta Gol ke Gawang Isenmulang, Borneo FC Tumbang di Mataram

  • November 1, 2026
Persib Pesta Gol ke Gawang Isenmulang, Borneo FC Tumbang di Mataram

Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

  • November 1, 2026
Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

Kalah Lagi, MU Makin Dekat Tepi Jurang Degradasi

  • November 1, 2026
Kalah Lagi, MU Makin Dekat Tepi Jurang Degradasi

Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas

  • November 1, 2026
Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas

Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang Oktober

  • November 1, 2026
Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang  Oktober

Bekuk Inter, AC Milan menang Derby della Madonnina

  • November 1, 2026
Bekuk Inter, AC Milan menang Derby della Madonnina