
SPANYOL akhirnya sukses kembali ke partai final Piala Dunia setelah menanti selama 16 tahun. Kesuksesan itu didapat La Furia Roja setelah membekuk Prancis 2-0 pada laga semifinal di Stadion AT&T, Arlington, Rabu (15/7) dini hari WIB.
Dua gol kemenangan Spanyol atas Prancis dicetak oleh Mikel Oyarzabal (22′-penalti) dan Pedro Porro (58′).
Selanjutnya La Furia Roja menanti pemenang semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina untuk menjadi lawan mereka di partai puncak.
Arsitek Spanyol, Luis de la Fuente pun tidak kuasa mengungkapkan kegembiraannya. Menurutnya kemenangan atas Prancis sangat luar biasa karena Les Blues adalah salah satu tim terbaik di dunia.
Layak dipuji

“Para pemain ini layak mendapatkan segalanya, hari demi hari mereka telah menunjukkan komitmen, solidaritas, kemurahan hati, dan bakat mereka. Mereka membuat hal yang sulit tampak mudah,” kata De La Fuente selepas laga.
Pernyataan De La Fuente itu memang tidak terlalu berlebihan. Sebab sebelum diredam Spanyol, skuad asuhan Didier Deschamps selalu menang sejak fase grup. Les Bleus tercatat mengalahkan Senegal, Irak, Norwegia, Swedia, Paraguay dan Maroko dan hanya kebobolan dua kali.
“Kami tahu Prancis adalah tim yang amat sangat tangguh, tim yang sudah melakukan segalanya dengan baik, dan sejujurnya, ini adalah pencapaian dari tim yang luar biasa, bukan hanya untuk saya saja,” kata bek sayap Spanyol Pedro Porra.
“Saya pikir kami memainkan pertandingan yang luar biasa, kami melakukan apa yang perlu dilakukan hari untuk mencapai final. Ini adalah mimpi yang menjadi nyata,” lanjut Pedro.
Tampil di bawah standar

Di sisi lain, arsitek Prancis Didier Deschamps tidak bisa menutupi kekecewaannya. Ia mengakui tim asuhannya tampil tak seperti biasanya dan di bawah standar.
“Ini kesalahan kami sendiri. Performa kami kurang maksimal dan serangan kami tidak seberbahaya biasanya,” cetus Deschamps.
“Kami melakukan beberapa kesalahan teknis dalam operan yang sebenarnya bisa berujung pada peluang mencetak gol,” imbuhnya.
Deschamps mengakui kekalahan itu sangat berat bagi para pemainnya. Ia berharap mereka bisa melampiaskannya saat melakoni pertandingan perebutan tempat ketiga menghadapi Inggris atau Argentina di Hard Rock, Miami, akhir pekan ini.
“Harus diakui bahwa hari ini performa teknis kami sedikit di bawah standar biasanya saat menghadapi tim yang benar-benar menguasai jalannya pertandingan,” ujar Deschamps yang akan mengakhiri kariernya sebagai arsitek Inggris. (*/M-01)






