
DINAS Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung kembali menggelar kegiatan Bangsawan (Bandung Jaga Kesehatan Hewan) sebagai upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hewan sekaligus mencegah penyakit zoonosis.
Zoonosis merupakan penyakit menular yang dapat berpindah secara alami antara hewan—baik liar, ternak, maupun peliharaan—dan manusia. Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, maupun jamur.
Kegiatan Bangsawan kali ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kelurahan Ciumbuleuit dan berlangsung di Kantor Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Rabu (21/1).
Bangsawan merupakan layanan kesehatan hewan terpadu bagi masyarakat Kota Bandung. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan hewan, vaksinasi rabies gratis dengan kuota 50 ekor, serta sterilisasi kucing liar.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefuloh, mengatakan kewaspadaan terhadap penyakit yang berasal dari hewan perlu terus ditingkatkan, khususnya zoonosis yang berpotensi menular antara hewan dan manusia.
“Program Bangsawan ini bertujuan memberikan layanan kesehatan hewan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit asal hewan. Harapannya, tidak terjadi peningkatan kasus zoonosis di Kota Bandung,” ujar Wilsandi.
Menurutnya, Bangsawan merupakan bagian dari program Laman Hati (Layanan Manajemen Kesehatan Hewan Terintegrasi) yang dikemas melalui kolaborasi lintas sektor.
“Bangsawan menjadi salah satu bentuk branding program yang melibatkan banyak pemangku kepentingan. Kali ini kami berkolaborasi dengan Kelurahan Ciumbuleuit untuk bersama-sama menjaga kesehatan hewan di Kota Bandung,” jelasnya.
Bangsawan untuk kesejahteraan hewan
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Ciumbuleuit, Franky, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat permohonan kolaborasi DKPP Kota Bandung yang diterima pada 15 Januari 2026.
“Dalam kegiatan ini dilakukan pemeriksaan hewan peliharaan, vaksinasi rabies dengan kuota 50 ekor, serta sterilisasi hewan liar. Setelah itu, kegiatan juga dilanjutkan ke lapangan untuk penanganan hewan liar,” tuturnya.
Franky menambahkan, Bangsawan juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan hewan dan menolak segala bentuk kekerasan terhadap hewan.
“Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa kesehatan hewan harus dijaga secara rutin dan tindakan kekerasan terhadap hewan tidak dibenarkan,” katanya.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut. Salah seorang warga, Wida, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan Bangsawan.
“Pelayanannya sigap dan kegiatannya sangat bermanfaat, terutama program sterilisasi kucing liar. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan,” ujarnya.
Melalui kegiatan Bangsawan, DKPP Kota Bandung bersama Kelurahan Ciumbuleuit berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus berlanjut guna menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan ramah terhadap hewan. (Rava/S-01)






