
TIM SAR Gabungan belum juga berhasil menemukan lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul hingga Jumat (26/6).
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan upaya pencarian pada hari ketiga dilakukan secara maksimal dengan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir area hutan melalui jalur darat maupun udara.
“Pada hari ketiga operasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan metode open grid di sejumlah sektor yang telah ditentukan berdasarkan evaluasi pencarian sebelumnya. Selain penyisiran darat oleh SRU, pencarian juga diperkuat menggunakan drone termal serta drone udara milik potensi SAR untuk memperluas jangkauan pengamatan dari udara,” ujar Rio Banupanitis.
Pencarian pagi dimulai pukul 08.00 WIB dengan penyisiran menggunakan metode open grid di area yang telah dipetakan. SRU 1 melakukan penyisiran dari sektor kanan, sementara SRU 2 mengoperasikan drone termal untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban dari udara.
Pengoperasian drone
Selanjutnya pada pukul 13.30 WIB, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan penyisiran di sektor lain menggunakan metode yang sama. Pada sesi siang, pencarian turut diperkuat dengan pengoperasian drone termal dan drone udara milik Potensi SAR Pos 21 drone guna mengoptimalkan pemantauan wilayah yang memiliki vegetasi cukup rapat.
Meski cuaca selama operasi berlangsung cerah dan mendukung proses pencarian, hingga pukul 17.00 WIB korban belum berhasil ditemukan.
“Kami akan melanjutkan operasi pencarian pada Sabtu pagi dengan melakukan evaluasi terhadap area-area yang telah disisir serta memperluas pencarian ke sektor yang masih dianggap berpotensi. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” tambah Rio.
Operasi pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai unsur SAR Gabungan yang terus bersinergi dalam upaya menemukan korban. Pencarian akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (27/6) mulai pukul 07.00 WIB. (AGT/N-01)






