Polresta Yogyakarta Ungkap Tujuh Kasus Narkoba Selama Juni

SELAMA Juni 2024, Sat Resnarkoba Polresta Yogyakarta mengungkap delapan kasus penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti 4,5 gram ganja, 20 butir obat psikotropika dan 26.387 obat-obatan berbahaya.

Kasat Resnarkoba Polresta Yogyakarta AKP Ardiansyah Rolindo Saputra kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (27/6) menjelaskan dalam tujuh kasus tersebut, polisi menahan 8 orang tersangka. Ia menambahkan lima dari delapan tersangka, ditangkap di wilayah Kabupaten Sleman dan dua lainnya ditangkap di wilayah Kabupaten Bantul.

Menurutnya kasus-kasus yang berhasil diungkap itu, dua tersangka, masing-masing VDN dan SWA ditangkap di dua tempat yang berbeda. “Ini dua kasus yang terpisah,” katanya.

Keduanya ditangkap pada Sabtu (8/6) siang. VDN ditangkap di Bangunharjo, Sewon, Bantul dengan barang bukti berupa 310 butir pil warna putih dengan simbol Y dan 20 butir pil Calmlet Alprazplam 1 mg.

“Terhadap VDN disangkakan pasal 436 ayat (2) juncto pasal 145 ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp500.000.000  dan pasal 62 Undang Undang RI No 05 tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp100.000.000,” kata Ardiansyah.

BACA JUGA  12 Kg Sabu Terungkap Dalam Kasus Kecelakaan di Tegal

Sedangkan tersangka  SWA, ditangkap di Sinduadi, Mlati, Sleman pada hari yang sama, pukul 22.30 WIB. Dari tangan tersangka SWA, jelasnya, polisi100 butir pil warna putih dengan simbol Y dan satu buah ponsel.

“SWA disangkakan melanggar pasal 436 ayat (2) juncto pasal 145 ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp500.000.000,” katanya.

Sedangkan tersangka lainnya, MRK, ditangkap di Sumberrejo, Tempel. Polisi mendapati 12.000 butir pil warna putih bersimbol Y dari tersangka MRK. .

Tersangka MRK, jelasnya disangkakan dengan asal 435 jo pasal 138 ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp5.000.000.000.

Sedangkan tersangka RNA, ditangkap di Merdikorejo, Tempel, Sleman pada Jumat (14/6). Ia diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan Obaya (obat-obatan berbahaya) dan saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 10.970 butir pil warna putih bersimbol Y.

Tersangka RNA disangkakan pasal 435 jo pasal 138 ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp5 miliar.

BACA JUGA  Penyelundupan Sabu dan Obat Keras via Bandara Juanda Kembali Digagalkan

“Pada Rabu (19/6) di Banguntapan Bantul kami menangkap DJ karena diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika Jenis anja. Dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa ganja berat kurang lebih 3,64 gram dan lima puntung rokok ganja berat kurang lebih 0,92 gram serta satu buah ponsel warna hitam,” katanya.

Ardiansyah menambahkan, DJ disangkakan pasal 111 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp8 miliar.

Penangkapan lainnya, di Banyuraden, Gamping, Sleman pada Jumat (21/6) terhadap SWT yang diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan Obaya. Dari tangan SWT, polisi menyita 2.000 butir pil warna putih bersimbol Y dan satu buah ponsel.

Ardiansyah Rolindo Saputra mengungkap pula penangkapan di Condongcatur, Sleman pada Selasa (25/6) lalu. Seorang tersangka berinisial DNC ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan Obaya.”Saat digeledah, polisi menemukan  barang bukti Obaya,” katanya.

BACA JUGA  Polisi Yogyakarta Amankan 23 Orang, Sebagian Anak Bawah Umur

Setelah dilakukan interogasi didapat keterangan DNC mendapatkan Obaya dari MI. “Kemudian Petugas melakukan pengembangan kasus dan bergerak menangkap tersangka ainnya, berinisial MI di wilayah Grabag Magelang Jawa Tengah,” katanya.

Dari tangan DNC, polisi menyita tujuh pil warna putih dengan simbol Y dan satu ponsel, serta dari MI, polisi menyita 1000 butir pil warna putih dengan simbol Y dan uang tunai sebesar Rp800.000 serta satu ponsel.

Keduanya dikenai pasal yang berbeda. DNC, jelasnya disangkakan pasal 436 ayat (2) juncto pasal 145 ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda RP5 miliar. Sedangkan kepada MI dikenai pasal  435 jo pasal 138 ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp5 miliar. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi memperkuat pencegahan dari hulu melalui 21 Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY Yuni Santi Nurani mengatakan, 21…

Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

PENANGANAN masalah sampah dan percepatan transformasi digital menjadi dua agenda strategis yang akan terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kota yang lebih maju dan berkelanjutan. “Tantangan terbesar yang dihadapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks