Kemenag Bentuk Satgas Pencegahan Kekerasan di Pesantren

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren sebagai langkah konkret memperkuat perlindungan santri.

Pembentukan Satgas ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1261 Tahun 2025 yang diterbitkan pada Februari 2025. Direktur Pesantren Ditjen Pendidikan Islam ditunjuk sebagai Ketua Satgas, sementara Dirjen dan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam bertindak sebagai pengarah.

“Pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di pesantren menjadi perhatian serius Menteri Agama Nasaruddin Umar sejak awal menjabat. Tidak lama setelah beliau dilantik, kami diminta segera membentuk Satgas ini,” ujar Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, di Jakarta, Rabu (29/10).

BACA JUGA  Pesantren Al Khoziny Siap Kembali Gelar Pembelajaran

Menurutnya, Satgas tersebut dibentuk untuk meningkatkan efektivitas upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di pesantren.

Tugas Satgas Pencegahan Kekerasan di Pesantren meliputi:

  1. Melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan di pesantren;
  2. Melaksanakan sosialisasi dan evaluasi kebijakan;
  3. Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pencegahan dan penanganan; serta
  4. Menyampaikan laporan kepada Dirjen Pendidikan Islam.

Satgas Pencegahan Kekerasan dan Satgas Pesantren

Selain itu, Kemenag juga membentuk Satgas Pesantren Ramah Anak melalui SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 1262 Tahun 2025. Satgas ini berfokus pada penyusunan kebijakan, pembinaan, dan pemantauan pesantren ramah anak.

Masih di bulan yang sama, Kemenag menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 91 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Pengembangan Pesantren Ramah Anak.

BACA JUGA  Indeks Kehidupan Beragama 2025: Gen Z Paling Toleran

Regulasi ini melengkapi payung hukum sebelumnya, yakni PMA Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan Kemenag, serta KMA Nomor 83 Tahun 2023 tentang Pedoman Penanganan Kekerasan Seksual.

“Peta jalan ini menjadi panduan bagi pengasuh, pendiri, pimpinan pesantren, serta tenaga pendidik untuk mewujudkan pesantren yang ramah anak dan melindungi hak santri,” jelas Thobib.

Ia menambahkan, tahun ini Kemenag melakukan piloting terhadap 512 pesantren ramah anak sebagai bagian dari komitmen pencegahan kekerasan seksual di lembaga pendidikan Islam.

“Langkah ini menunjukkan keseriusan Kemenag di era kepemimpinan Menag Nasaruddin Umar dalam membangun lingkungan pesantren yang aman dan berkeadilan bagi santri,” pungkasnya. (*/S-01)

BACA JUGA  Kementerian Agama Komitmen Perkokoh Ideologi Pancasila

Siswantini Suryandari

Related Posts

  • Blog
  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai…

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

Penyanyi Indonesia, Nowela Elisabeth dan Suara 5 tampil dalam special performance pada pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia di matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas  Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

  • September 30, 2026
Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap Sistem Pertahanan Masih Punya PR

  • September 30, 2026
10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap  Sistem Pertahanan Masih Punya PR

Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37, Coach RD Apresiasi Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

  • September 30, 2026
Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37,  Coach RD Apresiasi  Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

  • September 29, 2026
Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa

  • September 29, 2026
BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa