Inilah Respons Wamendagri Bila Kepala Daerah tidak Hadir Retret

WAKIL Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan memberikan pernyataan terkait kepala daerah tidak hadir di acara retret di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

“Kita tunggu sampai pukul 15.00 berapa kepala daerah hadir dan tidak hadir. Baru kita beri pernyataan. Pernyataan akan disampaikan oleh Kemendagri, Lemhanas dan Akmil,” kata Wamendagri, Jumat (21/2).

Terkait dengan larangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang melarang semua kepala daerah dari PDIP dilarang ikut retret di Akmil, Bima menegaskan menunggu pukul 15.00 WIB.

“Statement akan disampaikan setelah ada data lengkap dan baru disampaikan. Karena saat ini belum ada yang datang,” terangnya.

BACA JUGA  Pasokan BBM dan LPG di Wilayah Bencana di Jateng masih Aman

Ia menjelaskan bahwa retret ini rutin dilakukan oleh para kepala daerah sejak dulu.

Berdasarkan Peraturan Mendagri No 23 Tahun 2014 tentang pengawasan dan penyelenggaraan kepala daerah.

Dulu para kepala daerah akan mengikuti pembekalan dua minggu di Kemendagri dan sebulan di Lemhanas.

Kepala daerah tidak hadir retret sesuai peraturan tidak dikenai sanksi. Namun panitia acara akan memberikan sikap.

Saat ini anggaran terbatas Rp13 miliar diambil dari APBN Kemendagri, sebanyak 503 kepala daerah akan tinggal di tenda.

Mereka akan mendapat pembekalan selama sepekan dengan narasumber 40 menteri, Menko, Widya Iswara Lemhanas, KPK, BPK dan Presiden Prabowo Subianto.

Apakah kepala daerah itu mewakili pemerintah atau petugas partai?

BACA JUGA  Pemprov Jateng Beri Bantuan untuk Korban Sumur Minyak Blora

Bima Arya menyatakan sikap Kemendagri baru akan disampaikan pukul 15.00 WIB. Dalam retret selama seminggu ini, para kepala daerah datang sendirian.

Mereka akan tinggal di tenda. Adapun kegiatan fisik akan dikurangi dan diperbanyak di ruang untuk pembekalan karena melihat kondisi para kepala daerah. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum

KOMISI  Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis isu politik dan ekonomi di balik penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terkait cukai PT Djarum. Penegasan itu…

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

MANTAN Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim didakwa menerima uang senilai Rp1,2 miliar terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) periode 2021-2026. Jaksa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

90 persen Responden Disebut Tolak Biaya Sambungan Baru PDAM

  • October 30, 2026
90 persen Responden Disebut Tolak Biaya Sambungan Baru PDAM

Pasca-Penggeledahan, Taj Yasin Beri Pendampingan Psikologis para Santri

  • October 30, 2026
Pasca-Penggeledahan, Taj Yasin Beri Pendampingan Psikologis para Santri

Masyarakat Diminta Jaga Kamtib Jelang Konser Andrea Bocelli di Borobudur

  • October 30, 2026
Masyarakat Diminta Jaga Kamtib Jelang Konser Andrea Bocelli di Borobudur

KPK Izinkan Pemda DIY Manfaatkan lagi Stadion Mandala Krida

  • October 30, 2026
KPK Izinkan Pemda DIY Manfaatkan lagi Stadion Mandala Krida

Pengiriman Hewan Peliharaan Lewat Kalog Naik 19%

  • October 30, 2026
Pengiriman Hewan Peliharaan Lewat Kalog Naik 19%

KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum

  • October 30, 2026
KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum