Teh Chamomile Obat Tidur Alami Cocok Untuk Relaksasi

TEH chamomile dapat menyebabkan rasa kantuk pada beberapa orang. Hal ini disebabkan oleh sifat alami chamomile yang dikenal memiliki efek relaksasi dan sedatif ringan.

Bagi yang kecapekan dan susah tidur cocok menikmati teh chamomile ini.

Chamomile telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi insomnia, kecemasan, dan gangguan tidur.

Mengapa Chamomile Bisa Membuat Mengantuk?

  1. Kandungan Apigenin:
    • Chamomile mengandung senyawa antioksidan bernama apigenin.
    • Apigenin berinteraksi dengan reseptor otak tertentu, seperti reseptor GABA (gamma-aminobutyric acid), yang berfungsi mengurangi aktivitas saraf dan memberikan efek menenangkan.
  1. Efek Relaksasi:
    • Chamomile dapat membantu merilekskan otot dan menurunkan stres, yang sering menjadi faktor penyebab sulit tidur.
  1. Pendorong Tidur Alami:
    • Chamomile bekerja sebagai sedatif alami, meskipun efeknya biasanya ringan dan tidak sekuat obat tidur.

Kapan Sebaiknya Meminum Teh Chamomile?

  • Waktu terbaik untuk meminum teh ini adalah 30-45 menit sebelum tidur. Ini memberi tubuh cukup waktu untuk menyerap senyawa aktifnya dan merasakan efek relaksasinya.

Efek Samping dan Perhatian

Meskipun chamomile umumnya aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Alergi:
    • Jika Anda alergi terhadap tanaman dalam keluarga Asteraceae (seperti ragweed, marigold, atau daisy), chamomile mungkin dapat memicu reaksi alergi.
  1. Interaksi Obat:
    • Chamomile bisa berinteraksi dengan obat penenang, antikoagulan, atau obat lain yang memengaruhi sistem saraf.
  1. Efek Individu:
    • Tidak semua orang akan merasa mengantuk setelah meminum teh chamomile. Efeknya dapat bervariasi tergantung pada sensitivitas individu.

Jika Anda sering mengalami kesulitan tidur, teh chamomile bisa menjadi alternatif alami untuk membantu tubuh lebih rileks. Namun, jika masalah tidur berlanjut, konsultasikan dengan dokter. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Dukung Swasembada Garam, UGM Perkenalkan Teknologi SWRO

HINGGA saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam upaya mencapai swasembada garam. Padahal, negara ini memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Namun harus diakui persoalan garam tidak hanya berkaitan…

Terumbu Karang Buatan Karya Undip Masuk Program Hilirisasi

INOVASI Artificial Fish Apartment (AFA) karya tim peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) terpilih sebagai peserta Program Lab2Market 2026, program nasional yang mendorong hilirisasi dan komersialisasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim Aerobik Indonesia Tembus Empat Besar di Ajang 11th Aerobic Korea Open 2026

  • June 21, 2026
Tim Aerobik Indonesia Tembus Empat Besar di Ajang 11th Aerobic Korea Open 2026

Ditebas Samurai Biru 0-4, Tunisia Langsung Angkat Koper

  • June 21, 2026
Ditebas Samurai Biru 0-4, Tunisia Langsung Angkat Koper

Jerman ke 32 Besar usai Bekuk Pantai Gading, Belanda Jaga Asa setelah Gilas Swedia

  • June 21, 2026
Jerman ke 32 Besar usai Bekuk Pantai Gading, Belanda Jaga Asa setelah Gilas Swedia

Akulturasa ITB Hadirkan Kolaborasi Sains, Seni, dan Budaya

  • June 21, 2026
Akulturasa ITB Hadirkan Kolaborasi Sains, Seni, dan Budaya

SPMB Tahap 1 Ditutup, Ratusan Ribu Calon Murid Baru Bersiap Daftar Ulang

  • June 21, 2026
SPMB Tahap 1 Ditutup, Ratusan Ribu Calon Murid Baru Bersiap Daftar Ulang

360 Peserta Ikuti Gowes FBE UII 2026

  • June 20, 2026
360 Peserta Ikuti Gowes FBE UII 2026