Dedi Usul Penempatan Aparat Bersenjata di Titik Rawan Begal di Bandung Raya

SAAT menyikapi aksi maraknya aksi begal di wilayah Bandung Raya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk melakukan pencegahan. Hal itu guna meningkatkan rasa aman masyarakat saat beraktivitas.

Gubernur juga mengusulkan penempatan aparat bersenjata di sejumlah titik rawan kejahatan, sebagai respons atas meningkatnya keresahan masyarakat terhadap maraknya aksi begal dan kriminalitas jalanan.

“Saya berkoordinasi dengan Kapolda untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan juga seluruh wilayah Jabar.”

“Kehadiran aparat di lokasi-lokasi strategis perlu diperkuat agar mampu memberikan efek pencegahan terhadap pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat saat beraktivitas.”

“Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat,” ungkapnya.

Aktifkan ronda

Tak cuma itu, gubernur  juga meminta masyarakat kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan melalui patroli rutin di tingkat RT dan RW, terutama di kawasan yang berpotensi menjadi lokasi pembegalan, perampokan, maupun tindak kriminal lainnya.

BACA JUGA  8 Bandara Ditutup Dampak Abu Vulkanik, Bandara Kertajati Siap Jadi Alternatif

“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing. Patroli di setiap RT, di setiap RW, di seluruh sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya aksi pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga,” katanya.

Dedi juga mengingatkan bahwa ancaman keamanan tidak hanya berasal dari aksi begal, tetapi juga aktivitas geng motor serta tawuran yang masih terjadi di sejumlah daerah. Pemprov Jabar akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat.

PJU Minim di Kota Bandung

Di tempat terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, untuk segera menyelesaikan masalah penerangan jalan umum (PJU), menyusul maraknya aksi begal yang meresahkan masyarakat akibat jalan gelap di Kota Bandung.

BACA JUGA  Gubernur Jabar Tetapkan UMP Jabar Rp2.317.601

Saat ini aksi begal dan jalan gelap akibat PJU minim tengah menjadi sorotan tajam dari berbagai lapisan masyarakat, sehingga Pemkot Bandung juga diminta untuk bantu menekan aksi kriminalitas tersebut.

“Minimnya PJU di sejumlah titik tersebut, tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena kondisi itu menyebabkan jalan gelap dan berpotensi mengundang aksi kriminalitas. Kondisi jalan yang gelap berpotensi meningkatkan risiko kriminalitas, termasuk aksi begal, sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan,” terangnya.

Atas hal tersebut lanjut Andri, Pemkot Bandung juga diminta harus segera menentukan langkah konkret untuk menekan aksi kriminalitas yang dipicu kondisi jalan gelap tersebut, agar seluruh masyarakat bisa tenang saat keluar malam hari.

Pemetaan titik rawan

Pemerintah kota juga harus segera melakukan pemetaan titik-titik rawan, mempercepat perbaikan PJU yang mati, serta menambah penerangan di wilayah yang masih minim.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

“Selain peningkatan infrastruktur penerangan, saya juga menilai upaya pencegahan kejahatan perlu diperkuat melalui patroli rutin aparat keamanan dan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis. Dan keamanan warga adalah hak dasar yang wajib dijamin,” tuturnya.

Sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Bandung,  Andri menegaskan pihaknya akan terus mendorong percepatan penanganan persoalan minimnya PJU tersebut untuk menampung aspirasi masyarakat yang resah dengan aksi begal.

Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, terutama pada malam hari. Semua langkah tersebut dinilai penting dilakukan oleh Pemkot Bandung untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat, khususnya saat mereka beraktivitas pada malam hari karena kondisi jalan terang bisa mencegah aksi kriminalitas. (zahra/M-01)

Related Posts

Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

KEPOLISIAN Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan perkembangan terbaru terkait situasi kamtibmas pascaaksi demo masyarakat di kawasan Gedung DPRD DIY pada Selasa malam. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan,  menjelaskan situasi…

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

Polda Jawa Tengah mengungkap jaringan perjudian jenis togel yang beroperasi di Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kota Semarang. Pengungkapan ini menyasar sejumlah peran dalam praktik perjudian, mulai dari pengepul kupon,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Sebut Pelaku Karhutla Sebagai Terorisme Lingkungan

  • October 22, 2026
Presiden Prabowo Sebut Pelaku Karhutla Sebagai Terorisme Lingkungan

Kapolri Sebut 11 Korporasi dan 3 PMA Jadi Tersangka Karhutla

  • October 22, 2026
Kapolri Sebut 11 Korporasi dan 3 PMA Jadi Tersangka Karhutla

Persija dan Bali United Berpesta Gol

  • October 21, 2026
Persija dan Bali United Berpesta Gol

Borneo FC Segel Tiket ke Perempat Final AFC Challenge League

  • October 21, 2026
Borneo FC Segel Tiket ke Perempat Final AFC Challenge League

Gebuk Barcelona, Paris Saint-Germain masih Sempurna

  • October 21, 2026
Gebuk Barcelona, Paris Saint-Germain masih Sempurna

Tingkatkan Layanan, KAI Logistik Hadirkan Fitur Live Chat di Website

  • October 21, 2026
Tingkatkan Layanan, KAI Logistik Hadirkan Fitur Live Chat di Website