Karhutla Turun 40%, Menhut Apresiasi Dukungan Presiden

MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2025 menunjukkan hasil positif. Luas area terbakar berhasil ditekan secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun pertama Presiden Prabowo Subianto, angka karhutla berhasil ditekan dari 375.805 hektare pada 2024 menjadi 213.985 hektare pada 2025,” ujar Raja Antoni dalam acara Ekspose Pengendalian Karhutla 2025 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (13/10).

Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja lintas lembaga, dukungan masyarakat, dan sistem deteksi dini yang semakin efektif.

“Dalam tiga tahun terakhir, luas karhutla turun dari 1,16 juta hektare pada 2023 menjadi hanya 213 ribu hektare di 2025. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti kerja bersama,” tegasnya.

BACA JUGA  BBKSDA Riau Selidiki Perburuan Gajah Sumatra di Pelalawan

Menhut menambahkan, penurunan ini tak lepas dari perhatian langsung Presiden Prabowo yang dua kali memimpin rapat terbatas soal kesiapan penanganan karhutla.

“Presiden sangat serius. Beliau mengecek langsung kesiapan pesawat water bombing hingga anggaran sewanya. Karhutla ini ancaman bagi masyarakat dan ekonomi,” kata Raja Antoni.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Data Kemenhut menunjukkan, dalam satu dekade terakhir, karhutla di kawasan hutan turun dari 1,7 juta hektare pada 2015 menjadi 108 ribu hektare pada 2025. Sementara kebakaran lahan gambut menurun drastis dari 891 ribu hektare (2015) menjadi 24 ribu hektare (2025).

Jumlah titik panas (hotspot) periode 1 Januari–26 September 2025 juga turun 23,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya dari 2.954 titik menjadi 2.248 titik, berdasarkan data Satelit Terra/Aqua NASA dengan tingkat kepercayaan tinggi (80%).

BACA JUGA  Datsatgas Minta Korporasi, Migas dan HTI Aktif Bantu Atasi Karhutla

Raja Antoni menegaskan, penguatan Manggala Agni, operasi modifikasi cuaca, dan patroli terpadu di daerah rawan telah berperan besar menekan titik api.

“Kami tidak akan berkompromi terhadap pelaku pembakaran, baik individu maupun korporasi. Penegakan hukum akan berjalan tegas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Kehutanan dan BNPB juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penguatan koordinasi dalam penanggulangan karhutla. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Viral Ribuan Ikan Tembang Terdampar di Pantai Kolaka, Ini Kata BMKG

SEJUMLAH video yang memperlihatkan warga berbondong-bondong memunguti ribuan ikan tembang di bibir pantai viral di berbagai platform media sosial. Belakangan terungkap, fenomena tersebut terjadi di sepanjang Pantai Desa Ladahai-Tamborasi, Kecamatan…

Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku ke 24.609 SD dan SMP

KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendistribusikan 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu untuk 24.609 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

  • July 31, 2026
Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

  • July 31, 2026
Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

  • July 31, 2026
Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

  • July 31, 2026
Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

  • July 31, 2026
Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya

  • July 31, 2026
Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya