
MEMASUKI 100 tahun atau seabad Rumah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi Semarang membuka layanan transplantasi sumsum tulang belakang (bone marrow transplant) untuk pasien kanker darah seperti multiple myeloma, lymphoma, dan leukemia.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi inovasi yang dilakukan RSUP Dr Kariadi tersebut.
“Ini terapi paling paripurna untuk kanker darah, dan Kariadi sudah bisa melakukannya,” jelas Menkes saat menghadiri puncak peringatan Seabad RSUP Dr Kariadi, Sabtu (13/9).
Menkes menegaskan Indonesia tidak boleh kalah dari negara tetangga. Setiap tahun ratusan pasien masih memilih berobat ke luar negeri, termasuk untuk prosedur transplantasi sumsum tulang belakang, dengan biaya hingga miliaran rupiah.
“Kalau keterampilan dokter kita meningkat dan reputasi rumah sakit bagus, orang akan percaya dan memilih berobat di Indonesia,” katanya.
Selain layanan medis, ia juga menyoroti pentingnya inovasi pembiayaan rumah sakit. “Kalau ada dua pasien mampu, itu bisa mensubsidi lima sampai enam pasien kurang mampu. Dana harus dipakai untuk menyelamatkan nyawa, bukan disimpan di deposito,” tegasnya.
Menkes berharap RSUP Dr. Kariadi Semarang dapat menjadi pusat layanan kesehatan utama di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Ia menekankan pentingnya rumah sakit berani melakukan terobosan besar dalam mendukung transformasi kesehatan nasional.
“Saya berharap RS Kariadi bisa menjadi pusat pelayanan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semua orang yang sakit bisa sembuh di Kariadi. Untuk itu, layanan harus paripurna dan paling canggih,” ujarnya.
Seabad RSUP Dr. Kariadi luncurkan Kariadi Now
Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, dr. Agus Akhmadi, M.Kes, menuturkan usia seabad bukan hanya angka, melainkan perjalanan pengabdian.
Dari rumah sakit kecil di masa kolonial, kini Kariadi telah berkembang menjadi rumah sakit vertikal kelas A, pusat pendidikan nasional, rumah sakit pendidikan utama, sekaligus pengampu layanan kesehatan masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya.
Dalam kesempatan itu, Agus juga meluncurkan Kariadi Now sebagai simbol kesiapan memasuki abad baru.
“Kami bertekad menjadikan RS Kariadi sebagai rumah sakit harapan masyarakat, pusat ilmu pengetahuan, dan mercusuar kesehatan bangsa,” ungkapnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut memberikan apresiasi dan menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Pelayanan kesehatan sejatinya harus dirasakan masyarakat desa yang sangat membutuhkan. Tidak boleh ada diskriminasi, termasuk bagi disabilitas, lansia, maupun kelompok rentan lainnya,” katanya. (*/S-01)









