Pemerintah Targetkan 50 Juta Anak Ikut Cek Kesehatan Gratis

PEMERINTAH menargetkan 50 juta anak dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar pada tahun ajaran baru ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan siswa saat mengunjungi kegiatan CKG di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Persis 1-2 Bandung, Senin (4/8).

“Anak-anak adalah generasi emas 2045. Mereka harus sehat sejak dini. Program ini memastikan potensi penyakit bisa dideteksi lebih awal,” ujarnya.

Program CKG merupakan bagian dari agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan target jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA  KA BIAS Mulai Digandrungi Kaum Milenial dan Gen-Z

Isyana menekankan bahwa transformasi layanan kesehatan kini diarahkan ke sistem yang lebih preventif, bukan hanya kuratif.

Pemeriksaan meliputi status gizi, gula darah, tekanan darah, hemoglobin (Hb), kesehatan mata dan telinga, serta kebugaran fisik. Tes fisik seperti lari ringan dilakukan sesuai kemampuan siswa.

“Kami juga lakukan skrining kesehatan mental dan risiko penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C, serta TBC lewat kuesioner. Semua data dijaga kerahasiaannya,” jelas Isyana.

Target: 50 Juta Siswa Tercover Setiap Tahun Ajaran

Program ini menargetkan lebih dari 50 juta siswa dari seluruh jenjang pendidikan  SD, SMP, SMA, madrasah, hingga pesantren untuk menjalani CKG secara berkala setiap tahun ajaran baru.

BACA JUGA  Usai Ledakan SMAN 72, Bandung Awasi Kesehatan Mental Pelajar

Khusus untuk remaja putri, pemerintah juga memberikan tablet tambah darah seminggu sekali selama tiga bulan guna mencegah anemia dan risiko stunting di masa depan.

“Remaja putri yang anemia berisiko melahirkan bayi stunting. Jadi pencegahan harus dimulai sekarang,” tegasnya.

Kegiatan CKG sekolah rakyat telah dimulai sejak 14 Juli, sementara untuk masyarakat umum sudah berjalan sejak 10 Februari 2025, menjangkau lebih dari 16 juta warga.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan. Ia mengimbau agar siswa mengisi kuesioner dengan jujur dan menyampaikan hasil pemeriksaan kepada orang tua.

“Jangan malu. Data itu penting agar intervensi kesehatan bisa tepat. Petugas kesehatan menjamin kerahasiaan,” ujarnya. (Rava/S-01)

BACA JUGA  Pupuk Kujang Berangkatkan 354 Pemudik ke Berbagai Daerah

Siswantini Suryandari

Related Posts

Juara Coppa Italia, Inter Milan Kawinkan Gelar

INTER Milan sukses menjuarai Coppa Italia  setelah mengalahkan Lazio 2-0 pada partai final di Stadion Olimpico, Roma, Kamis dini hari WIB. Kedua gol kemenangan Nerazzurri dicetak oleh bunuh diri Adam…

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

TIM voli Jakarta Bhayangkara Presisi sukses melewati rintangan pertamanya di ajang AVC Men’s Volleyball Champions League 2026. Saat  menghadapi wakil Kazakhstan, Zhaiyk pada laga pertamanya di GOR Terpadu A. Yani,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas

  • May 14, 2026
Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas

Juara Coppa Italia, Inter Milan Kawinkan Gelar

  • May 14, 2026
Juara Coppa Italia, Inter Milan Kawinkan Gelar

Gilas Crystal Palace, Manchester City Jaga Asa Juara

  • May 14, 2026
Gilas Crystal Palace, Manchester City Jaga Asa Juara

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League