Translokasi Badak Jawa Tetap di Habitat Asli Ujung Kulon

BALAI  Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) menegaskan bahwa program translokasi Badak Jawa ke Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) tidak berarti memindahkan satwa langka ini keluar dari habitatnya.

Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, menjelaskan translokasi hanya memindahkan individu badak dari semenanjung Ujung Kulon ke area khusus di dalam kawasan TNUK yang telah dinilai aman secara ekologis.

“Jadi tetap di habitat alaminya. Area tersebut diatur agar badak tidak berjauhan sehingga individu jantan dan betina bisa bertemu untuk kawin,” jelas Ardi.

Menurutnya, JRSCA bukan habitat buatan, melainkan bagian dari TNUK yang sejak lama dihuni Badak Jawa. Area ini difungsikan sebagai second population area dengan tujuan membentuk populasi baru yang lebih sehat dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Nusron Tegaskan PSN PIK 2 hanya 1.705 Ha di Kawasan Hutan

JRSCA memiliki luas 5.100 hektare, dibatasi pagar pengaman yang dibangun bertahap sejak 2010 hingga 2022. Di dalamnya terdapat paddock seluas 40 hektare yang terbagi dalam beberapa kompartemen, serta paddock pengembangan seluas 25 hektare. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan peluang perkawinan alami sekaligus meminimalisir ancaman dari luar.

“Translokasi ini adalah strategi konservasi serius, bukan berarti mengurung atau memindahkan badak keluar TNUK. Justru ini langkah nyata menjaga mereka tetap di habitat aslinya dengan manajemen yang lebih baik,” tegas Ardi.

Balai TNUK berharap publik mendukung program konservasi ini, karena keberhasilan translokasi akan sangat menentukan masa depan spesies ikonik Indonesia di habitat alaminya. (*/S-01)

BACA JUGA  Banten Buang 3.263 Ton Sampah ke Lingkungan Setiap Hari

Siswantini Suryandari

Related Posts

Banjir Rob Rendam Wilayah Pesisir Sidoarjo saat Libur Tahun Baru Islam

BANJIR rob kembali merendam kawasan pesisir Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (16/6). Fenomena tahunan ini bertepatan dengan hari libur nasional Tahun Baru Islam. Kondisi itu berimbas pada membludaknya ratusan pemancing yang…

Keluarga yang Tewas di Glamping Posong karena Keracunan Karbon Monoksida

POLDA Jawa Tengah memastikan empat anggota keluarga yang ditemukan meninggal dunia di Glamping Safari Nomor 3, Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida (CO). Kesimpulan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lantik 17 Pejabat Administrator, Pemkab Tapanuli Utara Perkuat Aparatur

  • June 16, 2026
Lantik 17 Pejabat Administrator, Pemkab Tapanuli Utara Perkuat Aparatur

Banjir Rob Rendam Wilayah Pesisir Sidoarjo saat Libur Tahun Baru Islam

  • June 16, 2026
Banjir Rob Rendam Wilayah Pesisir Sidoarjo saat Libur Tahun Baru Islam

Hasil Imbang Warnai Hari Kelima Piala Dunia

  • June 16, 2026
Hasil Imbang Warnai Hari Kelima Piala Dunia

Menekan Angka Kematian Ibu Lewat Deteksi Dini Sebelum Kehamilan

  • June 16, 2026
Menekan Angka Kematian Ibu Lewat Deteksi Dini Sebelum Kehamilan

Spanyol Ditahan Tanjung Verde di Laga Pertama

  • June 16, 2026
Spanyol Ditahan Tanjung Verde di Laga Pertama

Dibantai Swedia, Tunisia Dikabarkan Pecat Pelatih Sabri Lamouchi

  • June 16, 2026
Dibantai Swedia, Tunisia Dikabarkan Pecat Pelatih Sabri Lamouchi