Induk dan Anak Badak Jawa Terekam Camera Trap di Ujung Kulon

TIM Monitoring dan Evakuasi Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa berhasil merekam keberadaan seekor induk Badak Jawa bersama anaknya menggunakan kamera jebak (camera trap) di Blok Cigenter, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Rekaman tersebut diperoleh pada 29 Januari 2026 pukul 22.17 WIB. Temuan ini menjadi catatan pertama kelahiran anak Badak Jawa yang terdokumentasi pada 2026, sekaligus memperkuat optimisme terhadap keberlangsungan populasi satwa langka tersebut di habitat alaminya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, menyebut temuan ini sebagai indikator penting keberhasilan pengelolaan kawasan dan perlindungan Badak Jawa.

“Keberadaan induk dan anakan Badak Jawa yang terekam melalui camera trap menunjukkan habitat di Taman Nasional Ujung Kulon masih terjaga dengan baik. Pengamanan kawasan yang kuat dan konsisten, serta dukungan kerja sama berbagai pihak, menjadi faktor kunci yang memungkinkan Badak Jawa berkembang biak secara alami,” ujar Satyawan, Rabu (4/2).

BACA JUGA  22 Pabrik di Cikande Bersih dari Paparan Cesium-137

Induk Badak Jawa bernama Arum

Berdasarkan analisis awal tim, induk Badak Jawa yang terekam diduga merupakan individu bernama “Arum” yang sebelumnya telah teridentifikasi dalam sistem monitoring. Sementara anak Badak Jawa yang terekam merupakan individu baru dengan perkiraan usia kurang dari lima bulan.

Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Ujung Kulon akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap induk dan anak tersebut, serta seluruh populasi Badak Jawa di kawasan.

Upaya konservasi dilakukan melalui penguatan patroli, pemantauan berbasis teknologi, pengelolaan habitat, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra konservasi, LSM, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Satyawan mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung pelestarian Badak Jawa yang merupakan salah satu satwa paling langka di dunia sekaligus kebanggaan Indonesia, guna memastikan kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang. (*/S-01)

BACA JUGA  Banten Buang 3.263 Ton Sampah ke Lingkungan Setiap Hari

Siswantini Suryandari

Related Posts

Tim KKN UGM Optimalkan Bank Sampah Lewat Komposter dan Ecobrick

MAHASISWA KKN-PPM UGM Unit Mapai Pangandaran melaksanakan program Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui Komposter dan Ecobrick di Dusun Sanghiangkalang, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Program itu bertujuan…

Banyak Karhutla, Menhut Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terjadi  terjadi di sejumlah wilayah. Salah satunya terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bahkan harus menutup…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim KKN UGM Optimalkan Bank Sampah Lewat Komposter dan Ecobrick

  • August 10, 2026
Tim KKN UGM Optimalkan Bank Sampah Lewat Komposter dan Ecobrick

Lomba Futsal Pakai Sarung Ramaikan Perayaan HUT ke-81 RI

  • August 10, 2026
Lomba Futsal Pakai Sarung Ramaikan Perayaan HUT ke-81 RI

Banyak Karhutla, Menhut Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

  • August 10, 2026
Banyak Karhutla, Menhut Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

Tidak Mau Kegiatan Belajar Terganggu, Sekolah Harapan Ibu Terapkan PJJ

  • August 9, 2026
Tidak Mau Kegiatan Belajar Terganggu,  Sekolah Harapan Ibu Terapkan PJJ

Umar Haen Rilis Album Kedua Bertajuk Busa Sabun Masuk ke Mata

  • August 9, 2026
Umar Haen Rilis Album Kedua Bertajuk Busa Sabun Masuk ke Mata

AC Milan Digasak Chelsea, Amorim Kagumi Militansi Milanisti

  • August 8, 2026
AC Milan Digasak Chelsea, Amorim Kagumi Militansi Milanisti