Raih Peringkat AA/Stable dan Predikat Sehat, Kalog Perkuat Kepercayaan Pelanggan

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) kembali menegaskan fundamental bisnis yang kuat dengan meraih peringkat AA dengan prospek Stabil (Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) serta mempertahankan tingkat kesehatan dan predikat Sehat.

Capaian tersebut menjadi pengakuan atas kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan, tata kelola, dan keberlanjutan bisnis, sekaligus memperkuat posisi KAI Logistik sebagai penyedia layanan logistik yang andal di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

Pefindo juga memiliki peran dalam menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya berdasarkan berbagai aspek, mulai dari profil bisnis, tata kelola perusahaan, posisi keuangan, hingga prospek usaha.

Komitmen keuangan jangka panjang

Dalam skala pemeringkatan Pefindo, AA berada satu tingkat di bawah peringkat tertinggi AAA. Peringkat ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi seluruh komitmen keuangan jangka panjang, serta memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap perubahan kondisi bisnis maupun ekonomi.

BACA JUGA  Syukuran Hari Bhayangkara, Polda Jateng Berkomitmen Mengabdi pada Masyarakat

Sementara itu, prospek Stable menunjukkan bahwa profil kredit perusahaan diperkirakan akan tetap terjaga dalam jangka menengah, mencerminkan keyakinan terhadap stabilitas kinerja dan prospek bisnis perusahaan ke depan.

VP of Corporate Secretary PT Kereta Api Logistik, Dwi Wulandari kemarin menerangkan, bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan, pengelolaan risiko yang prudent, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

“Peringkat AA dengan prospek Stabil serta tingkat Kesehatan dan predikat ‘Sehat’ merupakan validasi independen atas ketahanan fundamental bisnis KAI Logistik. Capaian ini semakin memperkuat komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan logistik yang andal, efisien, inovatif, dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggan serta pemangku kepentingan,” jelasnya.

Keberlangsungan operasional

Menurut Dwi, di tengah tantangan industri logistik yang dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi global, fluktuasi harga energi, perubahan pola perdagangan, serta meningkatnya tuntutan efisiensi rantai pasok, perusahaan dengan peringkat AA dinilai memiliki kapasitas yang sangat baik dalam menjaga keberlangsungan operasional dan memenuhi seluruh komitmen finansialnya.

BACA JUGA  Menlu RI Terima Penghargaan dari Pemerintah Palestina

Hal tersebut didukung oleh struktur permodalan yang kuat, arus kas yang sehat, pengelolaan risiko yang efektif, serta strategi bisnis yang adaptif terhadap perubahan pasar.

”Di sisi lain, keberhasilan mempertahankan tingkat kesehatan dan predikat “Sehat” semakin menegaskan bahwa perseroan memiliki kondisi operasional dan keuangan yang solid. Predikat tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, likuiditas, efisiensi operasional, serta implementasi tata kelola perusahaan yang baik,” jelasnya.

Transformasi digital

Dwi menyebut, dengan fundamental yang sehat, perusahaan memiliki ruang yang lebih kuat untuk terus melakukan investasi, mengembangkan infrastruktur logistik, memperluas jaringan layanan, dan mempercepat transformasi digital guna menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Sedangkan bagi pelanggan, capaian ini memberikan keyakinan bahwa perseroan merupakan mitra logistik yang memiliki stabilitas bisnis tinggi dan mampu menjaga kesinambungan layanan dalam berbagai kondisi.

BACA JUGA  KAI Logistik Catat Kenaikan 9% di Layanan Logistik Retail

Kepercayaan tersebut menjadi faktor penting mengingat layanan logistik membutuhkan kepastian operasional, ketepatan waktu, serta kemampuan perusahaan dalam memenuhi komitmen jangka panjang kepada pelanggan.

Sebagai anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), pihaknya akan terus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi yang mengedepankan keandalan layanan, efisiensi operasional, inovasi berbasis digital, serta praktik bisnis yang berkelanjutan.

“Melalui fundamental perusahaan yang kuat dan tingkat kesehatan yang terjaga, kami optimistis dapat terus memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sistem logistik yang semakin efisien, aman, dan berdaya saing,” tutupnya. (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

BANK Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah di Priangan Timur meluncurkan aplikasi terbaru Sindang (Sinergi Data Ngahiji) Priangan Timur. Platform ini mengintegrasikan data harga dan pasokan pangan lintas daerah serta dilengkapi…

Kalog Kirim 1.425 Motor dari Yogyakarta selama Libur Panjang

KAI Logistik (Kalog) berhasil meningkatkan kebutuhan pengiriman sepeda motor di wilayah Yogyakarta selama masa libur panjang pendidikan. Meningkatnya mobilitas mahasiswa dan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan permintaan layanan.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Antisipasi Kekeringan saat Kemarau, Polda Jabar Bangun Sumur Bor

  • July 31, 2026

Farhan Bakal Seret Pelaku Penebangan 10 Pohon di Riau ke Meja Hijau

  • July 31, 2026
Farhan Bakal Seret Pelaku Penebangan 10 Pohon di Riau ke Meja Hijau

Raih Peringkat AA/Stable dan Predikat Sehat, Kalog Perkuat Kepercayaan Pelanggan

  • July 31, 2026
Raih Peringkat AA/Stable dan Predikat Sehat, Kalog Perkuat Kepercayaan Pelanggan

Viral Ribuan Ikan Tembang Terdampar di Pantai Kolaka, Ini Kata BMKG

  • July 31, 2026
Viral Ribuan Ikan Tembang Terdampar di Pantai Kolaka, Ini Kata BMKG

Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku ke 24.609 SD dan SMP

  • July 31, 2026
Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku ke 24.609 SD dan SMP

169 Warga di Tasikmalaya Positif HIV/AIDS Didominasi LSL dan Usia Produktif

  • July 31, 2026
169 Warga di Tasikmalaya Positif HIV/AIDS Didominasi LSL dan Usia Produktif