Big Bad Wolf Kembali Hadir di JEC Yogyakarta

BAZAR buku internasional terbesar Big Bad Wolf akan kembali digelar di Gedung JEC Yogyakarta, 26 Juni-6 Juli mendatang.

Bazar buku episode keempat ini akan menampilkan satu juta buku baru yang bisa dibeli para pengunjung. Big Bad Wolf (BBW) yang diadakan di Yogyakarta ini mengusung misi Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu.

Lewat kegiatan ini masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya diajak untuk terus meningkatkan literasi dan rasa cinta buku fisik.

Direktur BBW Indonesia, Marthius Wandi Budianto juga menyampaikan, melalui BBW Jogja 2025, BBW menghadirkan pengalaman membaca buku fisik yang menyenangkan dan inspiratif.

“Buku bukan hanya sumber pengetahuan, tapi juga jendela imajinasi dan empati. Dengan misi BBW, setiap buku adalah kesempatan untuk tumbuh menjadi lebih baik,” kata Marthius, Jumat (20/6).

BACA JUGA  Tim Patroli Samapta Polresta Yogya Tangkap 3 Remaja

Ia berjanji bazar ini selain menyajikan “perbelanjaan” buku terbesar juga akan menyajikan buku-buku yang berkualitas namun dapat dibeli dengan harga yang terjangkau.

Buku-buku yang ditampilkan, tidak sebatas buku seperti yang telah kita kenal selama ini namun juga buku-buku modern yang dilengkapi dengan teknologi.

“Mulai dari buku anak bergambar, board book, hingga buku pengembangan diri, koleksi fiksi, dan referensi populer dari buku-buku bestseller, penerbit populer, sampai hardcover dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia,” ujarnya.

BBW bekerja sama dengan BCA  dalam mendukung gerakan literasi nasional.

“BCA terus berupaya untuk mendukung literasi nasional, sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia,” kata Atri Nuraini, VP BCA Yogyakarta.

BACA JUGA  25 Mahasiswa Fapet UGM Awasi Pemotongan Hewan Kurban

Nova Indriati, pendidik dan pegiat literasi dari Sleman sebagai Local Hero atas inspirasi dan dedikasinya pada buku dan membaca menyambut positif BBW.

“BBW Jogja 2025 menjadi momentum penting bagi para orang tua dan pendidik untuk menumbuhkan budaya membaca buku fisik yang menarik dan seru di rumah dan sekolah,” ungkapnya. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) berduka atas wafatnya Prof. Widagdo, Dipl.Inn.Arch., Guru Besar Emeritus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan salah seorang tokoh penting dalam perkembangan pendidikan desain interior…

1000 Peserta Diharapkan Ikuti Lomba Borobudur 100 untuk Bantu Penyandang Cerebral Palsy

AJANG olahraga lari Borobudur 100 tidak hanya menjadi ajang unjuk kebugaran, tetapi juga sarana untuk menggalang kepedulian sosial, guna mendukung kebutuhan medis dan harian anak-anak penyandang cerebral palsy. Project Director…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit