Penurunan Biaya Haji Pertimbangkan Faktor Eksternal

MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa upaya penurunan biaya haji mempertimbangkan faktor eksternal, seperti inflasi dan nilai tukar mata uang.

Upaya lainnya adalah langkah pembersihan berbagai penyimpangan dalam pengelolaan haji sebelumnya. Pembersihan ini diharapkan bisa berkontribusi pada penurunan biaya.

“Yang jelas bahwa spiritnya kita ingin lebih murah, dijangkau masyarakat melalui efisiensi yang kita lakukan,” kata Menag di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/12).

Untuk efisiensi itu maka dilakukan pembersihan  hal-hal yang menyimpang agar berkontribusi terhadap penurunan harga.

Menag mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas layanan haji, salah satu upayanya petugas haji harus profesional.

Catatan-catatan negatif terkait petugas haji pada penyelenggaraan haji sebelumnya tidak boleh terulang kembali.

BACA JUGA  Layanan Jemaah Haji di Arab Saudi Siap

“Pokoknya pembimbing, pendamping itu betul-betul harus berbakti untuk menyelamatkan calon jamaah hajinya dari berbagai macam masalah,” kata Nasaruddin

Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii yang mendampingi Menag Nasaruddin Umar menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar biaya haji lebih murah dan pelayanan lebih berkualitas.

Syafii menyampaikan bahwa Presiden melihat adanya sejumlah biaya dalam pelaksanaan haji yang dapat dirasionalisasi.

Sehingga efisiensi bisa meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan biaya menjadi lebih murah.

“Sesuai yang disampaikan Pak Menteri Agama, intinya Presiden Prabowo Subianto ingin agar haji tahun ini lebih berkualitas,” kata Syafii.

“Beliau juga melihat banyak biaya yang bisa dirasionalisasi, sehingga kualitasnya makin baik, tapi harganya makin murah,” lanjutnya.

BACA JUGA  Biaya Haji 2025 Turun, Jemaah Bayar Rerata Rp55,43 Juta

Syafii menyebut penurunan biaya haji hampir dapat dipastikan akan terjadi.

Besaran penurunan tersebut belum dapat diumumkan, karena masih menunggu keputusan panitia kerja (Panja) DPR.

“Tanggal 30-an Desember rapat pembentukan panja. Baru setelah itu rapat panja. Di situlah baru diputuskan berapa ongkos haji,” terangnya.

Kementerian Agama sudah menentukan jumlah kuota jamaah dan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 namun nunggu persetujuan DPR.  (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

TIM Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memasuki babak baru kepemimpinan setelah Samantha Dewi Erwan Setiawan resmi dilantik sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jabar periode tahun…

Pemprov Jabar Depositkan Rp1 M untuk Korban Penyekapan

GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengunjungi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, untuk mengetahui perkembangan YTR (29), korban penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat. Dalam kunjungan tersebut, gubernur…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

Pemprov Jabar Depositkan Rp1 M untuk Korban Penyekapan

  • June 30, 2026
Pemprov Jabar Depositkan Rp1 M untuk Korban Penyekapan

Kapolda DIY Minta para Personel Tingkatkan Profesionalitas

  • June 30, 2026
Kapolda DIY Minta para Personel Tingkatkan Profesionalitas

Sukses Juarai AVC Men’s Cup 2026, Timnas Voli Putra Diganjar Bonus

  • June 29, 2026
Sukses Juarai AVC Men’s Cup 2026, Timnas Voli Putra Diganjar Bonus

Keterbatasan Fisik tidak Halangi Kuswantoro untuk Berprestasi

  • June 29, 2026
Keterbatasan Fisik tidak Halangi Kuswantoro untuk Berprestasi

PLN Xtracare, UP 3 Pematangsiantar Beri Sambungan Listrik Gratis

  • June 29, 2026
PLN Xtracare, UP 3 Pematangsiantar Beri Sambungan Listrik Gratis