Penurunan Biaya Haji Pertimbangkan Faktor Eksternal

MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa upaya penurunan biaya haji mempertimbangkan faktor eksternal, seperti inflasi dan nilai tukar mata uang.

Upaya lainnya adalah langkah pembersihan berbagai penyimpangan dalam pengelolaan haji sebelumnya. Pembersihan ini diharapkan bisa berkontribusi pada penurunan biaya.

“Yang jelas bahwa spiritnya kita ingin lebih murah, dijangkau masyarakat melalui efisiensi yang kita lakukan,” kata Menag di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/12).

Untuk efisiensi itu maka dilakukan pembersihan  hal-hal yang menyimpang agar berkontribusi terhadap penurunan harga.

Menag mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas layanan haji, salah satu upayanya petugas haji harus profesional.

Catatan-catatan negatif terkait petugas haji pada penyelenggaraan haji sebelumnya tidak boleh terulang kembali.

BACA JUGA  28.120 Jemaah Reguler Lunasi Biaya Haji 1446 H

“Pokoknya pembimbing, pendamping itu betul-betul harus berbakti untuk menyelamatkan calon jamaah hajinya dari berbagai macam masalah,” kata Nasaruddin

Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii yang mendampingi Menag Nasaruddin Umar menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar biaya haji lebih murah dan pelayanan lebih berkualitas.

Syafii menyampaikan bahwa Presiden melihat adanya sejumlah biaya dalam pelaksanaan haji yang dapat dirasionalisasi.

Sehingga efisiensi bisa meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan biaya menjadi lebih murah.

“Sesuai yang disampaikan Pak Menteri Agama, intinya Presiden Prabowo Subianto ingin agar haji tahun ini lebih berkualitas,” kata Syafii.

“Beliau juga melihat banyak biaya yang bisa dirasionalisasi, sehingga kualitasnya makin baik, tapi harganya makin murah,” lanjutnya.

BACA JUGA  Pelunasan Biaya Haji Reguler Dibuka Mulai 14 Februari 2025

Syafii menyebut penurunan biaya haji hampir dapat dipastikan akan terjadi.

Besaran penurunan tersebut belum dapat diumumkan, karena masih menunggu keputusan panitia kerja (Panja) DPR.

“Tanggal 30-an Desember rapat pembentukan panja. Baru setelah itu rapat panja. Di situlah baru diputuskan berapa ongkos haji,” terangnya.

Kementerian Agama sudah menentukan jumlah kuota jamaah dan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 namun nunggu persetujuan DPR.  (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

KANTOR Staf Kepresidenan (KSP) mengunjungi Heru Baskoro (84), putra tokoh perjuangan Sayuti Melik dan S.K. Trimurti, di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi Jawa Barat pada Jumat (14/8). Kunjungan tersebut…

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

MAHASISWA KKN UNY di Dusun Sengon Karang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Sleman, mengenalkan inovasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui workshop pembuatan ember tumpuk dan mini garden. Kegiatan yang dilaksanakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

  • August 14, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

  • August 14, 2026
IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

  • August 14, 2026
Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

  • August 14, 2026
Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman