HAB ke-80, Menag: Kementerian Agama Harus Tetap Relevan

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80. Dalam momentum tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja agar Kementerian Agama tetap relevan dan mampu merespons tantangan zaman.

“Kementerian Agama tidak boleh ketinggalan zaman. Artinya, agama harus tetap aktual hingga kapan pun. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama,” ujar Menag usai upacara peringatan HAB ke-80 di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Menag menegaskan, pembaruan pendekatan keagamaan perlu terus dilakukan agar nilai-nilai ajaran agama tetap hidup di tengah dinamika masyarakat. Menurutnya, pemahaman keagamaan tidak boleh tertinggal oleh perkembangan zaman, termasuk dalam cara penyampaiannya kepada publik.

“Kementerian Agama bertanggung jawab mengaktualkan nilai-nilai ajaran agama. Nilai-nilai itu harus tetap relevan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

BACA JUGA  Kemenag: Perubahan Slot 46 Kloter karena Garuda Lambat, OTP juga Buruk

Selain melakukan evaluasi internal, Menag juga memaparkan sejumlah program Kementerian Agama yang berdampak langsung bagi masyarakat, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Salah satunya adalah capaian di bidang pendidikan madrasah yang dinilai mampu menjaga kualitas layanan.

“Madrasah unggulan kita belum tertandingi oleh sekolah lain di luar Kementerian Agama. Padahal, ada sekolah-sekolah yang anggarannya jauh lebih besar. Ini menunjukkan Kementerian Agama mampu membangun kualitas secara positif meskipun dengan keterbatasan,” ujarnya.

Menag turut menyoroti peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia menyebut, indeks kerukunan umat beragama Indonesia saat ini berada pada posisi tertinggi.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana mempertahankan capaian ini. Tanpa kerukunan, kemajuan ekonomi dan teknologi tidak akan memiliki arti,” tutur Menag.

BACA JUGA  Lion Air akan Melayani Keberangkatan Jemaah Haji Tahun Ini

Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa Kementerian Agama juga aktif menangani persoalan kemanusiaan di sejumlah wilayah di Sumatra. Selain bantuan materi, Kemenag juga memberikan pendampingan dan penguatan spiritual bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kami ingin membantu masyarakat memandang musibah sebagai ujian yang harus dihadapi bersama,” pungkasnya. (*/S-01)

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

BANDARA Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo mencatatkan prestasi perdana di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan meraih penghargaan World Safety Organization Indonesia Safety Culture (WISCA) 2026. Bandara di bawah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara