Paus Leo XIV: Natal Pesta Iman, Kasih, dan Harapan

PAUS Leo XIV mengajak umat Kristiani di seluruh dunia untuk mewartakan sukacita Natal dan merayakannya sebagai pesta iman, kasih, dan harapan. Ajakan tersebut disampaikan Paus saat memimpin Misa Natal Malam pada Hari Raya Kelahiran Tuhan di Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Dalam homilinya, Paus Leo XIV mengenang bintang terang yang menerangi malam kelahiran Yesus, sebagaimana dikisahkan dalam Injil Lukas. Bintang itu, menurut Paus, menjadi tanda cahaya keselamatan yang memecah kegelapan dunia.

“Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar. Hari ini telah lahir bagimu seorang Juruselamat, Kristus Tuhan,” ujar Paus mengutip Kitab Suci.

Paus menegaskan bahwa kehadiran Yesus merupakan bukti nyata Allah yang hidup di tengah manusia. Sang Juruselamat datang ke dalam ruang dan waktu, memberikan hidup-Nya bagi umat manusia, serta menerangi dunia dengan cahaya keselamatan.

BACA JUGA  Kenang Paus Fransiskus, Menag Bicara Cinta dan Persaudaraan

“Tidak ada kegelapan yang tidak dapat diterangi oleh cahaya ini, karena melalui terang-Nya, seluruh umat manusia menyaksikan fajar kehidupan baru yang kekal,” kata Paus.

Allah Hadir di Tengah Manusia

Paus Leo XIV menjelaskan bahwa dalam kelahiran Yesus, Allah memberikan diri-Nya sepenuhnya untuk menebus dan memurnikan umat-Nya. Untuk menemukan Sang Juruselamat, manusia diajak untuk melihat ke palungan, tempat Allah hadir dalam kesederhanaan.

Menurut Paus, kemahakuasaan Allah justru tampak dalam kelemahan seorang bayi, sementara sabda kekal Allah bergema dalam tangisan pertama seorang anak. Kesucian Roh Kudus pun terpancar dalam tubuh kecil Yesus yang dibaringkan dalam kain lampin.

Kebutuhan seorang anak akan kasih dan perawatan, lanjut Paus, menjadi tanda ilahi karena Putra Allah berbagi sejarah hidup dengan seluruh umat manusia. Cahaya ilahi dari Yesus membantu manusia mengenali martabat kemanusiaan dalam setiap kehidupan baru.

BACA JUGA  Pilihan Nama Paus Leo XIV Menegaskan Misi Sosial Gereja

Mengutip Paus Benediktus XVI, Paus Leo XIV menegaskan bahwa ketika manusia memberi ruang bagi sesama, maka di situlah Allah hadir.

Kehidupan Baru

Paus juga mengajak umat untuk merenungkan “kebijaksanaan Natal”, di mana Allah menghadirkan kehidupan baru bagi dunia melalui Kanak-kanak Yesus sebagai wujud kasih-Nya.

“Di tengah penderitaan kaum miskin, Allah mengutus seorang anak yang lemah untuk menjadi kekuatan bangkit kembali. Di hadapan kekerasan dan penindasan, Ia menyalakan cahaya lembut yang menerangi semua anak di dunia dengan keselamatan,” ujar Paus.

Paus menegaskan bahwa dengan menjadi manusia, Allah menyatakan martabat tak terbatas setiap pribadi. Hal ini kontras dengan dunia yang kerap menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk menindas sesama.

Menurutnya, di dalam hati Kristus berdenyut ikatan kasih yang mempersatukan langit dan bumi, Sang Pencipta dan ciptaan. Kesadaran akan kasih ini menjadi kunci untuk mengubah sejarah manusia.

BACA JUGA  Pesan Natal Menag: Umat Kristiani Teruslah Menebar Cinta Kasih

Sukacita Natal yang Mengubah Hidup

Mengenang pesan Paus Fransiskus pada perayaan Natal tahun lalu, Paus Leo XIV menyatakan bahwa kelahiran Yesus menyalakan kembali panggilan untuk membawa harapan di tengah dunia.

“Bersama Kristus, sukacita bertumbuh, hidup berubah, dan harapan tidak mengecewakan,” tuturnya.

Menutup homili, Paus Leo XIV mengajak umat untuk mengalami dan membagikan sukacita Natal sebagai perayaan iman, kasih, dan harapan. Dalam iman, umat percaya Allah menjadi manusia; dalam kasih, umat dipanggil untuk saling memberi; dan dalam harapan, Kanak-kanak Yesus mengutus setiap orang menjadi pembawa damai. (Vatican News/S-01)

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

TIM voli Jakarta Garuda Jaya harus mengakui keunggulan Foolad Sirjan Iranian pada hari kedua AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 pada Kamis (15/05/2026). Dalam duel di GOR Terpadu A. Yani,…

Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

SEBANYAK 50 biksu yang tengah menjalankan ritual Thudong terlihat melintasi kawasan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, dalam rangkaian perjalanan spiritual dari Bali menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah, Kamis pagi (14/5). Aksi jalan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

  • May 14, 2026
Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

  • May 14, 2026
Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

  • May 14, 2026
Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

  • May 14, 2026
Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

  • May 14, 2026
Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas

  • May 14, 2026
Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas