
SEBANYAK empat orang ditetapkan jadi tersangka dalam kasus penistaan agama saat konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara (Jakut). Menurut Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, keempatnya memiliki peran yang berbeda dalam kasus itu.
“Penyidik telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial RES, AK, I, dan M,” kata Kombes Iman Imanuddin kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Iman menambahkan, tersangka RES merupakan pembawa acara atau MC yang diduga ikut berinteraksi di depan booth tersebut. Tersangka M kemudian tampil dan melafalkan surah Ad-Dhuha melalui pengeras suara.
Ada juga tersangka I dan AK diduga memberikan tantangan kepada pengunjung untuk melafalkan surah Al-Ikhlas dan Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol minuman beralkohol.
Flash disk
Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa lima orang saksi, termasuk pihak pengelola kawasan, bagian penyelenggaraan acara, serta pihak-pihak yang berada di lokasi. Polisi menyita lima flash disk berisi rekaman digital kejadian.
“RES dan AK ditangkap pada Rabu, 12 Agustus 2026, setelah penanganan perkara dilimpahkan dari Polres Metro Jakarta Utara. Keduanya telah ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya terhitung mulai hari ini. Sementara itu, proses hukum terhadap dua tersangka lainnya terus dilakukan sesuai prosedur,” jelas Iman.
Sebelumnya Polres Metro Jakarta Utara menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku penistaan agama saat Festival Musik “The Sounds Project” di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8).
“Kami mengamankan dua orang, yakni perempuan berinisial R dan seorang pria berinisial E,” kata Plh. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Oki Waskito.
Minta maaf
Sebelumnya diberitakan bahwa sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan sebuah merek minuman melakukan acara tantangan atau challenge kepada pengunjung. Dalam video itu, pengunjung tersebut membacakan salah satu ayat dari kitab suci Al-Quran.
Pihak penyelenggara, The Sounds Project turut mengecam kejadian tersebut. Mereka pun meminta maaf dan mengatakan tantangan tersebut di luar arahan atau persetujuan penyelenggara.
“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” kata The Sounds Project melalui akun Instagram resminya.
“Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas,” ujarnya. Mereka juga akan mengawal kasus tersebut dan mengidentifikasi pihak yang terlibat langsung pada insiden itu agar dapat dipertanggungjawabkan. (*/N-01)








