
WAKIL Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X resmi membuka gelaran Jogja Fashion Week (JFW) XXI 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Sleman, pada Kamis (13/08).
Ajang itu diharapkan jadi ruang untuk mempertemukan kekayaan identitas lokal dengan perkembangan dan jejaring fashion global.
Turut mendampingi Sri Paduka, Wakil Ketua TP PKK DIY sekaligus sang istri, GKBRAA Paku Alam X atau yang akrab disapa Gusti Putri, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DIY, perwakilan Kemendagri RI, kepala OPD.
Dengan tema “Roots to Resonance, Beyond”, JFW 2026 menjadi ruang yang mengenalkan berbagai warisan budaya Yogyakarta sekaligus mendorong perputaran ekonomi.
Warisan budaya

Sri Paduka menyambut baik digelarnya JFW yang kembali menghadirkan beragam karya desainer ternama. Sebab, Yogyakarta kini merupakan hasil dari kebudayaan yang terus tumbuh dan bergerak, serta diwariskan melalui laku, pengetahuan, serta keberanian untuk terus mencipta.
Dalam dunia fashion, warisan tersebut hadir melalui motif, corak, dan warna yang dirangkai sedemikian rupa, sehingga jejak identitas Yogyakarta tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Pemilihan tema yang mengingatkan kembali pentingnya menjaga akar budaya, menurut Sri Paduka, semakin menambah nilai JFW 2026.
“Karena itu tema Jogja Fashion Week 2026 yaitu dari akar budaya bergema ke dunia, engandung pesan yang sangat relevan. Justru kekuatan kita terletak pada kemampuan mengolah akar budaya menjadi karya yang autentik, bermutu, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menjawab perubahan selera masyarakat dunia,” ujar Wagub DIY.
Ekspor produk fasyen
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia JFW 2026 sekaligus Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Anton Raharja mengungkapkan, kehadiran JFW 2026 menjadi salah satu upaya mewujudkan DIY sebagai pusat fashion dunia.
“Ini sesuai dengan amanah dari Bapak Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk kita meningkatkan ekspor produk fashion ke manca negara, tidak hanya nasional tapi juga internasional,” tuturnya.
Anton menambahkan, selama empat hari gelaran, akan dilaksanakan sejumlah kegiatan, yakni fashion show yang diikuti 164 desainer, 114 model, dan 20 finalis Jogja Fashion Designer Competition.
Selain itu, fashion exhibition akan diramaikan 132 booth Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari berbagai pihak. Gelaran ini juga menghadirkan Fashion Talk yang melibatkan berbagai komunitas.
“Kami berharap Jogja Fashion Week ini bukan hanya perhelatan model tetapi menjadi momentum untuk memperkuat identitas, kreativitas dan daya saing industri fashion DIY maupun industri fashion sekitar DIY, yang nantinya bisa merambah ranah nasional dan global,” tutup Anton. (AGT/A-01)







