
MENTERI Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau pelaksanaan uji coba (piloting) Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kabupaten Sleman, Kamis (13/8).
Tujuannya untuk menguji keandalan data serta kecepatan infrastruktur pertukaran data nasional yang dianalogikan sebagai ‘jalan tol data’ sekaligus memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan transparan, cepat, serta tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.
Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan bahwa pembenahan sistem bantuan sosial melalui integrasi digital ini guna menjawab keluhan masyarakat terkait ketidaktepatan sasaran penerima bantuan sosial konvensional selama ini.
Melalui komitmen pemerintah pusat, warga yang berhak wajib menerima bantuan secara utuh, sedangkan masyarakat yang tergolong sudah tidak layak tidak lagi menerima dana.
Peningkatan efisiensi layanan

Dalam peninjauan Menkomdigi menilai ada peningkatan efisiensi layanan, di mana proses pendaftaran dan pencocokan data warga kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar lima menit. Angka ini memangkas waktu pelayanan konvensional yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam hingga berhari-hari.
“Proses verifikasi kriteria penerima manfaat berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan desil ekonomi dilakukan sepenuhnya secara otomatis oleh sistem digital yang objektif, sehingga mengeliminasi potensi intervensi manual maupun praktik KKN,” jelas Meutya.
Di samping mempercepat birokrasi, sistem Perlinsos Digital dinilai terbukti memberikan efisiensi biaya dan waktu bagi masyarakat. Warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya fotokopi dokumen, pembentukan berkas fisik, atau ongkos transportasi untuk mengurus administrasi secara tatap muka.
Tanpa dipungut biaya
Menkomdigi juga memberikan imbauan tegas terkait keamanan informasi digital dan pencegahan modus penipuan. Warga diminta untuk selalu mengakses layanan pendaftaran melalui portal resmi pemerintah dan menekankan bahwa seluruh proses pendaftaran Perlinsos Digital diselenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun.
Seluruh masukan dan dinamika yang dihimpun dari percontohan di Kabupaten Sleman termasuk penyempurnaan aksesibilitas bagi kelompok warga lansia akan diserap sebagai bahan evaluasi komprehensif bersama Kementerian Sosial dan kementerian/lembaga terkait.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi penunjukan Kabupaten Sleman sebagai lokasi percontohan nasional. Dalam uji coba Perlinsos Digital di Sleman, tercatat sebanyak 76.315 Kepala Keluarga (KK) terdaftar dengan dukungan 2.862 agen yang tersebar hingga tingkat padukuhan.
Bupati Sleman menegaskan bahwa keandalan data ini krusial dalam mendukung tren positif penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman, yang berhasil ditekan dari 7,48 persen pada tahun 2024 menjadi 6,73 persen pada tahun 2025. (AGT/M-01)






