Demo Korupsi Proyek Fiktif di Manila, 216 Orang Ditahan

POLISI Filipina menangkap lebih dari 200 orang dalam bentrokan dengan demonstran bertopeng di Manila, Minggu (21/9). Kericuhan itu pecah di tengah aksi protes besar menentang skandal proyek fiktif pengendalian banjir  yang ditaksir merugikan negara miliaran dolar AS.

Juru bicara kepolisian Mayor Hazel Asilo menyebut, dari total 216 orang yang ditahan, 88 di antaranya adalah anak di bawah umur. Wali Kota Manila, Isko Morena, mengatakan anak termuda yang ditangkap berusia 12 tahun.

Dalam bentrokan, polisi menembakkan meriam air dan menyalakan sirene keras untuk membubarkan massa, yang sebagian besar adalah pemuda melempar batu. Sejumlah kendaraan polisi dibakar dan kaca pos polisi pecah terkena lemparan. Sedikitnya 93 aparat dilaporkan luka, sementara 50 warga dilarikan ke rumah sakit.

BACA JUGA  Dirjen Anggaran Isa Rachmatarwata Tersangka Korupsi Jiwasraya

“Asal-usul para pelaku belum jelas, apakah mereka bagian dari pengunjuk rasa atau hanya membuat keributan,” ujar Asilo.

Aksi ini sejatinya berlangsung damai, diikuti ribuan warga termasuk keluarga, aktivis, tokoh agama, hingga politisi. Namun kerusuhan pada sore hari sempat mengaburkan pesan utama demonstrasi yang menuntut transparansi dan pengembalian dana publik.

Skandal proyek banjir fiktif sebelumnya telah mengguncang politik Filipina. Sejumlah legislator diduga terlibat, bahkan pimpinan DPR dan Senat mengundurkan diri saat penyelidikan bergulir. Departemen Keuangan memperkirakan kerugian negara mencapai 118,5 miliar peso (sekitar Rp32 triliun) dalam periode 2023–2025. Greenpeace menyebut angka sebenarnya bisa mencapai USD 18 miliar.

Kemarahan publik makin memuncak setelah Presiden Ferdinand Marcos menyinggung kasus ini dalam pidato kenegaraan Juli lalu, menyusul banjir besar yang menelan korban jiwa.

BACA JUGA  Pemprov Jawa Tengah Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi

Situasi kian mencekam karena Filipina kembali bersiap menghadapi ancaman Badai Super Ragasa yang melanda provinsi utara. Negara kepulauan itu rata-rata diterjang 20 badai tropis setiap tahun, membuat jutaan warganya hidup dalam kondisi rawan bencana dan kemiskinan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

WAKIL Bupati Sleman Danang Maharsa membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Lapangan Sumberadi, Mlati, Sleman, Selasa (10/2). Program TMMD dinilai mampu mempercepat akselerasi…

DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane menyusul ditemukannya ikan-ikan mati mendadak sejak Senin (9/2) malam. Imbauan tersebut disampaikan Selasa (10/2) setelah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UGM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi untuk Daerah 3T

  • February 11, 2026
UGM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi untuk Daerah 3T

65 Persen dari 1.566 Wisudawan UNY Tahun ini adalah Perempuan

  • February 11, 2026
65 Persen dari 1.566 Wisudawan UNY Tahun ini adalah Perempuan

Kadin Sidoarjo Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis

  • February 11, 2026
Kadin Sidoarjo Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis

Ritual Memandikan Rupang Jelang Imlek untuk Jadi Pribadi yang Lebih Baik

  • February 11, 2026
Ritual Memandikan Rupang Jelang Imlek untuk Jadi Pribadi yang Lebih Baik

Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

  • February 11, 2026
Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal

  • February 11, 2026
Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal