Warga Filipina Demo Rumah Hanyut, Pejabat Hidup Mewah

RIBUAN warga Filipina memadati ibu kota, Minggu (21/9), untuk memprotes skandal proyek pengendalian banjir fiktif (ghost project) yang ditaksir merugikan negara hingga miliaran dolar.

Aksi yang awalnya berlangsung damai berujung ricuh ketika polisi antihuru-hara menembakkan meriam air untuk membubarkan massa. Sejumlah demonstran muda bertopeng melempari batu hingga memecahkan kaca pos polisi.

Juru bicara kepolisian Mayor Hazel Asilo menyebut 72 orang ditangkap, termasuk 20 anak di bawah umur. Dua insiden terpisah mengakibatkan 39 polisi luka-luka, sementara sebuah truk trailer yang dijadikan barikade dibakar massa. “Belum jelas apakah mereka benar-benar pengunjuk rasa atau hanya orang yang mencari keributan,” katanya.

Kemurkaan publik terkait proyek infrastruktur fiktif ini semakin memuncak sejak Presiden Ferdinand Marcos menyinggungnya dalam pidato kenegaraan Juli lalu, menyusul banjir besar yang menewaskan banyak warga. “Saya sama sekali tidak menyalahkan masyarakat untuk turun ke jalan,” ujar Marcos pekan lalu.

BACA JUGA  KPK Beberkan Strategi TPK di Depan 98 Peserta Didik Sespimti Polri

Warga Filipina protes proyek antibanjir dikorupsi

Menurut pemerintah kota, aksi damai di sebuah taman pada pagi hari diikuti hampir 50.000 orang. “Jarang saya ikut demo, tapi kali ini saya merasa harus berkata cukup sudah,” kata Mitzi Bajet, desainer berusia 30 tahun.

Ketua aliansi kiri Bagong Alyansang Makabayan, Teddy Casiño, menuntut pengembalian dana dan hukuman penjara bagi para pelaku. “Korupsi membuat rakyat harus turun ke jalan untuk menekan pemerintah agar benar-benar bekerja,” tegasnya.

Renato Reyes, salah satu penyelenggara aksi, bahkan terluka terkena lemparan batu saat meninggalkan area dekat istana presiden. Ia menilai para perusuh bisa jadi provokator, tapi bisa juga warga yang benar-benar marah.

BACA JUGA  Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Sulit Diterapkan di Indonesia

Beberapa pengunjuk rasa terlihat mengibarkan bendera bajak laut, simbol yang juga muncul dalam demonstrasi di Indonesia terkait upah rendah, pengangguran, dan gaya hidup mewah pejabat. Media AFP melaporkan ada polisi yang balas melempar batu ke arah massa.

Kerugian Miliaran Dolar

Departemen Keuangan Filipina memperkirakan skandal proyek banjir fiktif ini merugikan ekonomi hingga 118,5 miliar peso (sekitar Rp3 triliun) sepanjang 2023–2025. Greenpeace bahkan menyebut angkanya bisa mencapai USD 27 miliar.

Awal bulan ini, sebuah perusahaan konstruksi menuding hampir 30 anggota DPR serta pejabat Departemen Pekerjaan Umum menerima suap terkait proyek tersebut. Skandal ini telah memicu gejolak politik, termasuk pengunduran diri Ketua DPR Martin Romualdez, sepupu Presiden Marcos seiring dimulainya penyelidikan resmi.

BACA JUGA  KPK Ingatkan Pejabat Kemenag se-Jatim untuk tidak Korupsi

Unjuk rasa Minggu lalu juga dihadiri sejumlah politisi serta mendapat dukungan Gereja Katolik. Banyak keluarga ikut bergabung. “Ini bukan soal politik. Uang rakyat dikuras sementara warga menderita banjir, rumah hanyut, dan pejabat hidup mewah dengan jet pribadi dan rumah megah,” kata Manuel Dela Cerna (58).

Filipina memang punya sejarah panjang skandal dana publik, di mana pejabat tinggi yang terbukti korupsi kerap lolos dari hukuman penjara berat. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Iran Disebut Siap Perang Berbulan-bulan dengan AS

PERNYATAAN para pejabat Iran bahwa mereka siap berperang selama berbulan-bulan dengan Amerika Serikat dan Israel bukan bualan belaka. Hal itu bahkan diakui sendiri oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA). Menurut…

Gemilang di Kancah Dunia: SD Islam PB Soedirman Torehkan Prestasi Internasional di SEJATI IACF

PRESTASI membanggakan kembali ditorehkan oleh SD Islam PB Soedirman dalam ajang internasional SEJATI International Art and Culture Festival (IACF) yang diselenggarakan di Malaysia. Keikutsertaan siswa-siswi dalam festival seni dan budaya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sebagian Wilayah RI Diprediksi Diguyur Hujan Hari ini

  • May 16, 2026
Sebagian Wilayah RI Diprediksi Diguyur Hujan Hari ini

Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

  • May 15, 2026
Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

  • May 15, 2026
Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

  • May 15, 2026
Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

  • May 15, 2026
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

  • May 15, 2026
Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam