Ritual Memandikan Rupang Jelang Imlek untuk Jadi Pribadi yang Lebih Baik

MENJELANG  perayaan Imlek pada 17 Februar mendatang, pengurus Wihara Dharma Bakti di Kabupaten Sidoarjo melakukan kegiatan memandikan Rupang atau perwujudan patung para Dewa Dewi, Rabu (11/2).

Kegiatan saat para Dewa naik ke Surga ini juga merupakan simbol pada umat untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun baru nanti.

Salah satu rangkaian kegiatan menjelang tahun baru Imlek adalah dengan memandikan Rupang atau patung para Dewa.

Seperti di Wihara Dharma Bakti Kabupaten Sidoarjo ada sekitar 200 Rupang yang akan dimandikan memerlukan waktu selama dua hari.

Bawa rezeki

Seorang umat tengah membersihkan rupang. (MN/OTW)

Salah satu yang dimandikan adalah patung Cai Shen Ye atau Dewa Imlek. Dewa Imlek ini adalah Dewa Rezeki, yang diyakini akan membawa rezeki di tahun baru nanti.

BACA JUGA  Pertunjukkan Barongsai di Stasiun Yogyakarta Sambut Imlek

“Patung Cai Shen Ye ini kami mandikan awal, bagi yang belum tahu inilah yang sebenarnya patung Imlek atau patung rezeki,” kata Pengurus Wihara Dharma Bakti Sidoarjo Nico Trisulistyo Budi, Rabu (11/2).

Wihara Dharma Bakti Sidoarjo ini tidak hanya dikhususkan untuk umat Budha. Namun juga boleh digunakan sembahyang oleh penganut Tao ataupun Khong Hucu.

Nico menjelaskan, kegiatan memandikan Rupang ini merupakan ucapan syukur para umat, kepada para Dewa dan Dewi yang sudah memberikan rezeki dan kesehatan.

Gunakan air bunga

Memandikan rupang juga sebagai simbol agar umat juga bisa menjadi pribadi lebih baik, bersih dari iri, dengki, sombong dan sifat negatif lainnya.

BACA JUGA  Meriahkan Imlek, PT KAI bakal Bagi-bagi Angpao

Proses memandikan Rupang menggunakan air berisi beberapa macam bunga. Jadi setelah Rupang disikat dengan sabun menggunakan kuas, selanjutnya dibilas dengan air bunga. Setelah itu dilap dengan kain halus.

“Kita menggunakan bunga biar harum, ini bentuk penghormatan kami juga pada patung Dewa,” kata Nico.

Selain memandikan rupang, umat di Wihara ini biasanya juga melakukan kegiatan sembahyang dan berdoa di Dhammasala atau ruang doa. (OTW/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara