
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sidoarjo bertekad meningkatkan perannya dalam peta ekonomi Jawa Timur. Untuk itu mereka siap mengubah paradigma lama yang menempatkan Sidoarjo hanya sebagai penyangga bagi Kota Surabaya.
Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin menegaskan, visi ‘Ekonomi Digdaya’ bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan menuju kemandirian ekonomi daerah.
Menurut Ubaidillah, Sidoarjo memiliki potensi industri, UMKM, dan infrastruktur yang cukup untuk berdiri sejajar dengan kota-kota besar lainnya termasuk Surabaya.
”Sidoarjo jangan hanya jadi penyangga Surabaya. Kita ini mitra, bukan sekadar penopang beban. Ekonomi yang digdaya adalah mimpi besar kita, dan itu dimulai dari keberanian kita untuk mandiri dan bersinergi secara setara,” kata Ubaidillah Nurdin saat Rapat Pimpinan Kadin Sidoarjo di Fave Hotel Sidoarjo, Rabu (11/2).
Sinergi antarsektor
Ubaidillah menegaskan kepada seluruh jajaran pengurus bahwa periode ini harus menjadi momentum untuk menghasilkan karya nyata yang lebih baik.
Sinergi antar-sektor usaha di Sidoarjo dianggap sebagai kunci utama untuk menggerakkan roda ekonomi yang lebih inklusif.
Untuk mencapai hal tersebut, Kadin Sidoarjo mengajak seluruh pengurus untuk kembali menghidupkan marwah organisasi melalui interaksi fisik.
Salah satu poin menarik yang ditekankan adalah mengajak pengurus dan anggota untuk memusatkan seluruh kegiatan rapat dan diskusi di kantor Kadin.
Lahirkan ide dan inovasi
Hal ini bertujuan untuk menjadikan kantor bukan sekadar bangunan administratif, melainkan tempat silaturahmi yang hangat.
”Pengurus punya banyak kegiatan, itu bagus. Tapi, kalau rapat mari kita gelar di kantor. Biar kantor ini ramai, jadi tempat silaturahmi yang nyata. Dari keramaian itulah, ide-ide segar dan inovasi akan lahir untuk kemajuan Sidoarjo,” tegas Ubaidillah.
Anggota Kadin Sidoarjo saat ini sudah mencapai 380 orang. Dengan semangat kolaborasi dan perpindahan pola pikir dari ‘penyangga’ menjadi ‘mitra strategis’, Kadin Sidoarjo optimistis mampu membawa daerah ini menujukejayaan ekonomi yang bermartabat. (OTW/N-01)







