Belgia Dukung Uni Eropa Beri Sanksi ke Israel

PERDANA Menteri Belgia, Bart De Wever menegaskan bahwa negaranya akan mendukung penuh sanksi Uni Eropa terhadap Israel yang masih melakukan aksi brutal di Gaza. Menurut dia langkah itu sebagai cara yang efektif untuk menekan Tel Aviv.

Ia juga menyebut ide pembentukan Palestina sebagai kompromi terbaik. “Kami memutuskan untuk menekan Israel, jadi kami akan mendukung setiap sanksi yang dapat diusulkan Uni Eropa, setiap sanksi, tanpa diskusi. Kami bahkan telah mengadopsi sanksi di tingkat federal,” katanya.

Bart De Wever mengaku sadar mereka bukan negara besar yang bisa menentukan. Namun bukan berarti mereka tidak bisa berbuat sesuatu untuk dunia.

“Mengatakan bahwa Belgia adalah kekuatan besar yang benar-benar dapat memengaruhi kancah geopolitik atau menyelesaikan masalah di Timur Tengah adalah kebohongan,” katanya.

BACA JUGA  Kanada Dukung Proposal Gencatan Senjata Senjata di Gaza

Solusi dua negara

De Wever menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi dua negara, dengan mengatakan: “Saya percaya bahwa Palestina memiliki hak atas negara mereka sendiri dan untuk hidup damai serta hidup berdampingan dengan Israel.”

Belgia bergabung dengan 147 negara lainnya untuk mengakui kenegaraan Palestina. Keputusan itu dilandasi fakta bahwa tentara Israel telah menewaskan hampir 65 ribu warga Palestina yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023. Aksi brutal Israel itu bahkan menyebabkan kelaparan.

Akui genosida

Sementara itu, PBB untuk pertama kalinya menyatakan agresi Israel ke Jalur Gaza sebagai tindakan genosida. Hal itu disampaikan Ketua Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB, Navi Pillay.

BACA JUGA  Lagi, Serangan Israel Menewaskan Puluhan Warga Gaza

Menurut laporan itu, Komisi menemukan selain pernyataan pejabat Israel, ada bukti tidak langsung yang mengarah pada niat untuk genosida. Israel sendiri menolak keras laporan itu dan menyerukan agar Komisi Penyelidikan segera dibubarkan.

Petisi warga Israel

Di sisi lain, setidaknya 7.500 warga Israel menandatangani petisi yang menyerukan pengakuan terhadap negara Palestina serta penghentian perang di Gaza.

Penyelenggara penandatangan petisi memperkirakan jumlah penandatangan akan melampaui 10.000 sebelum sidang berlangsung.

“Pengakuan negara Palestina bukan dimaksudkan sebagai hukuman bagi Israel, melainkan sebagai langkah menuju masa depan yang lebih baik berdasarkan pengakuan timbal balik dan keamanan bagi kedua bangsa,” demikian bunya petisi. (*/N-01)

BACA JUGA  Hari Perdamaian Internasional, PBB Ingatkan Krisis Global

Dimitry Ramadan

Related Posts

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) mengungkap modus kasus dugaan rekayasa ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah minyak sawit 2022-2024. Saat ini Kejagung sudah menetapkan 11 tersangka terkait kasus tersebut. Kejagung…

DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane menyusul ditemukannya ikan-ikan mati mendadak sejak Senin (9/2) malam. Imbauan tersebut disampaikan Selasa (10/2) setelah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kernet PO Bus Pariwisata Gasak Brankas saat Pesta Miras

  • February 11, 2026
Kernet PO Bus Pariwisata Gasak Brankas saat Pesta Miras

Commuter Line Dukung Mobilitas Aglomerasi Jawa Tengah

  • February 11, 2026
Commuter Line Dukung Mobilitas Aglomerasi Jawa Tengah

Polisi Bekuk Komplotan Penipu yang Sasar Anak di Bawah Umur

  • February 11, 2026
Polisi Bekuk Komplotan Penipu yang Sasar Anak di Bawah Umur

UGM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi untuk Daerah 3T

  • February 11, 2026
UGM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi untuk Daerah 3T

65 Persen dari 1.566 Wisudawan UNY Tahun ini adalah Perempuan

  • February 11, 2026
65 Persen dari 1.566 Wisudawan UNY Tahun ini adalah Perempuan

Kadin Sidoarjo Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis

  • February 11, 2026
Kadin Sidoarjo Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis