Hari Perdamaian Internasional, PBB Ingatkan Krisis Global

SEKTRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, memperingati Hari Perdamaian Internasional, Minggu (21/9), dengan seruan tegas agar dunia segera menghentikan peperangan dan membangun harapan baru.

“Dunia yang dilanda perang ini sedang menjerit meminta perdamaian. Kehidupan hancur, masa kecil hilang, dan martabat manusia diinjak-injak di tengah kekejaman perang. Yang mereka inginkan hanyalah damai,” kata Guterres dalam pesannya.

Ia menekankan, konflik saat ini tidak hanya terjadi di medan tempur, tetapi dampaknya meluas hingga lintas batas negara, memicu pengungsian, kemiskinan, dan ketidakstabilan. “Kita harus hentikan suara senjata, akhiri penderitaan, bangun jembatan, dan ciptakan stabilitas serta kemakmuran,” ujarnya.

Hari Perdamaian Internasional ditetapkan Majelis Umum PBB pada 1981 sebagai hari tanpa kekerasan dan gencatan senjata. Tahun ini mengusung tema “Act Now for a Peaceful World” atau “Bertindak Sekarang untuk Dunia yang Damai”. Tema ini menyoroti pentingnya aksi kolektif mencegah konflik, melawan ujaran kebencian dan misinformasi, serta mendukung para pejuang perdamaian, khususnya perempuan dan anak muda.

BACA JUGA  AS Keluar dari 66 Badan PBB dan Organisasi Global

Guterres juga menegaskan kaitan erat antara perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Ia mencatat, sembilan dari sepuluh negara yang paling tertinggal dalam pembangunan saat ini juga dilanda konflik. Selain itu, ia memperingatkan bahaya rasisme dan dehumanisasi, serta menyerukan penggunaan “bahasa penghormatan” dan dialog.

Peringatan Hari Perdamaian tahun ini bertepatan dengan menjelang Sidang Majelis Umum PBB yang menghadirkan para pemimpin dunia di New York untuk membahas tantangan global, mulai dari perang, krisis iklim, kesetaraan gender, hingga risiko dan peluang dari kecerdasan buatan (AI).

“Momentum ini menegaskan perlunya dorongan internasional yang lebih kuat demi perdamaian, di tengah semakin lebarnya perpecahan dan meningkatnya ketidakstabilan,” tutur Guterres.

BACA JUGA  Netanyahu Ditinggal Walkout saat Pidato di PBB

“Di mana ada perdamaian, di situ ada harapan. Perdamaian tidak bisa menunggu, kita harus mulai bekerja sekarang,” tegasnya.

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemkot Bandung Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Berbasis Kewilayahan 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah melalui pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan. Langkah itu menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan…

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

PEMERINTAH Venezuela mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat di negara tersebut terus bertambah. Mereka mencatat saat ini jumlah korban meninggal dunia dalam musibah itu mencapai 1.430 orang, sedangkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Belanda Tersingkir di Fase Gugur, Koeman Pilih Mundur

  • July 1, 2026
Belanda Tersingkir di Fase Gugur, Koeman Pilih Mundur

Rayakan Hari Bhayangkara, Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri

  • July 1, 2026
Rayakan Hari Bhayangkara, Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri

Syukuran Hari Bhayangkara, Polda Jateng Berkomitmen Mengabdi pada Masyarakat

  • July 1, 2026
Syukuran Hari Bhayangkara, Polda Jateng  Berkomitmen Mengabdi pada Masyarakat

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Bagikan Beras Tiga Ton

  • July 1, 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Bagikan Beras Tiga Ton

Pemkot Bandung Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Berbasis Kewilayahan 

  • July 1, 2026
Pemkot Bandung Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Berbasis Kewilayahan 

KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Reefer Berbasis KA Lebih dari 30%

  • July 1, 2026
KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Reefer Berbasis KA Lebih dari 30%