Hizbullah Serang Markas Intelijen Israel di Tel Aviv

  • Global
  • October 1, 2024
  • 0 Comments

MILISI Hizbullah mengaku menyerang sejumlah markas intelijen militer Israel di Tel Aviv. Hizbullah menyebut serangan mereka menargetkan pangkalan Glilot yang menjadi markas unit intelijen militer Israel, Unit 8200, dan menargetkan markas besar badan intelijen Mossad.

Selain menyasar Unit 8200, Hizbullah juga mengklaim menyerang markas Mossad Israel di pinggiran Tel Aviv.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan pihaknya berhasil mencegat sejumlah roket yang diluncurkan ke wilayahnya. Otoritas Israel juga melaporkan salah satu proyektil dari Lebanon menghantam jalanan dan memicu korban luka.

Peluncuran roket ini terjadi di saat pasukan militer Israel melancarkan invasi darat ke Lebanon selatan pada Selasa (1/10) dini hari.

BACA JUGA  Jusuf Kalla Bertolak ke Qatar, Hadiri Pemakaman Ismail Haniyeh

Serbuan darat itu sedikitnya menewaskan 10 orang dan melukai lima orang di Daoudiya. IDF mengklaim serangan darat itu menargetkan desa-desa di sekitar perbatasan, yang menimbulkan ancaman terhadap komunitas Israel di wilayah utara.

Disebutkan militer Israel bahwa operasi darat di Lebanon dimulai pada Senin (30/9) malam, dengan melibatkan pasukan terjun payung dan komando dari divisi elite ke-98, yang dikerahkan ke dekat perbatasan utara dari Jalur Gaza sejak dua pekan lalu.

Penderitaan besar

Sementara itu, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mengaku khawatir invasi darat Israel ke Lebanon itu akan mengakibatkan penderitaan bagii warga sipil.

“Kami sangat prihatin dengan meluasnya permusuhan di Timur Tengah dan potensinya untuk menenggelamkan seluruh kawasan dalam bencana kemanusiaan dan hak asasi manusia,” kata juru bicara OHCHR Liz Throssell.

BACA JUGA  Israel Lancarkan Serangan ke Teheran

Throssell memperingatkan bahwa situasi dapan mengerikan terhadap warga sipil, dan bisa cepat meluas hingga melibatkan negara-negara lain di kawasan tersebut.

“Dengan meningkatnya kekerasan bersenjata antara Israel dan Hizbullah, konsekuensi bagi warga sipil sudah sangat mengerikan,” katanya. (BBC/Al Jazeera/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia

BENCANA gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4  mengguncang Kolombia bagian barat pada Senin waktu setempat. Akibatnya sebanyak 111 orang tewas  dalam bencana tersebut. Menurut Kolombia, Presiden Abelardo De la Espriella, pihaknya…

Jumlah Korban Meninggal saat Gempa di Jepang Jadi 38 Orang

GEMPA bumi bermagnitudo 7,1 yang melanda Jepang, pekan lalu, masih menyisakan duka. Ribuan warga disebut masih bertahan di tempat-tempat pengungsian. Sementara itu, jumlah korban tewas meningkat menjadi 38 orang. Menurut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

  • August 13, 2026
Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

  • August 12, 2026
Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII Ganti Nama Jadi FTDI

  • August 12, 2026
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII Ganti Nama Jadi FTDI

GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora

  • August 12, 2026
GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora

Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

  • August 11, 2026
Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

  • August 11, 2026
Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan