Punya Potensi Ekonomi, Irwan Hidayat Kampanye Investasi Saham

  • Ekonomi
  • March 12, 2026
  • 0 Comments

DIREKTUR PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, menggaungkan gerakan investasi saham kepada masyarakat Indonesia.

Ia menilai jumlah investor saham di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan potensi ekonomi nasional, padahal keuntungan dari investasi saham bisa jauh lebih besar dibandingkan menyimpan uang di bank.

Irwan mengungkapkan, saat ini jumlah investor saham di Indonesia baru sekitar 21 juta orang. Angka tersebut dinilai masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa.

“Pemain saham di Indonesia baru sekitar 21 juta orang. Itu masih kecil sekali. Padahal kalau mau sukses, marketnya harus besar. Makanya saya sekarang kampanye supaya masyarakat mulai berinvestasi di saham,” kata Irwan.

Beri keuntungan besar

Menurutnya, banyak masyarakat yang masih ragu bermain saham karena takut mengalami kerugian atau memiliki pengalaman buruk di masa lalu.

BACA JUGA  RI Tumbuh 5,12%, Apindo Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok

Padahal, jika investor memilih perusahaan yang sehat dan memiliki reputasi baik, investasi saham justru bisa memberikan keuntungan yang besar.

Bisa Jauh di Atas Deposito

Irwan menilai sebagian masyarakat masih memilih menyimpan uang di bank atau bahkan menyimpan uang tunai di rumah. Menurutnya, langkah tersebut tidak produktif karena uang tidak berkembang.

Ia menyebutkan bunga bank rata-rata hanya sekitar 2 persen per tahun, sementara potensi keuntungan investasi saham bisa jauh lebih tinggi jika memilih perusahaan yang tepat.

“Kalau saham itu bisa 40 persen. Minimal 15 sampai 20 persen bisa. Yang penting cari perusahaan yang jujur dan sehat,” ujarnya.

Irwan mencontohkan perusahaan-perusahaan besar yang memiliki reputasi baik dan konsisten mencetak keuntungan. Saham perusahaan seperti itu, menurutnya, layak menjadi pilihan bagi investor pemula yang ingin mulai berinvestasi.

BACA JUGA  Rayakan HUT, RS Unimus Gelar Operasi Katarak

Banyak Uang Menganggur

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami indikator dasar investasi seperti Price Earning Ratio (PER) sebelum membeli saham agar keputusan investasi lebih terukur.

Irwan menilai masih banyak masyarakat Indonesia yang menyimpan uang dalam bentuk tidak produktif. Ia bahkan menemukan kasus seseorang yang menyimpan puluhan juta rupiah di lemari karena khawatir dengan biaya administrasi bank.

“Ada yang simpan uang di lemari puluhan juta. Ada juga yang uangnya dititipkan ke keluarga. Itu menurut saya tidak produktif,” kata Irwan.

Selain itu, ia juga menyinggung kebiasaan sebagian masyarakat yang berinvestasi dalam usaha kecil tanpa perhitungan ekonomi yang matang. Menurutnya, pola pikir seperti itu sering kali membuat masyarakat sulit berkembang secara finansial.

Kurangi Ketergantungan Investor Asing

Irwan menegaskan, peningkatan jumlah investor saham domestik sangat penting bagi kekuatan ekonomi nasional. Jika semakin banyak masyarakat berinvestasi di pasar saham, Indonesia tidak akan terlalu bergantung pada investor asing.

BACA JUGA  Pengusaha Tiongkok Siap Buka Pabrik Sparepart di Jatim

“Kalau investor dalam negeri kuat, kita tidak terlalu tergantung pada investor asing yang punya dana besar,” ujarnya.

Ia mencontohkan negara seperti Amerika Serikat, di mana sebagian besar masyarakatnya aktif berinvestasi di pasar saham. Kondisi tersebut membuat pasar modal mereka kuat dan stabil.

Irwan pun mengajak masyarakat mulai belajar investasi saham dengan memilih perusahaan yang memiliki reputasi baik dan konsisten menghasilkan keuntungan.

“Jangan biarkan uang menganggur. Cari perusahaan yang reputasinya sudah terbukti bertahun-tahun untung, lalu berinvestasilah di saham,” pungkasnya. (Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Perluas Layanan Bisnis, Kalog Angkut CPO

KAI Logistik (Kalog) terus memperkuat portofolio bisnisnya, termasuk segmen bisnis B2B. Salah satunya melalui ekspansi layanan bisnis pada angkutan Crude Palm Oil (CPO) di Sumatera Utara dengan target angkutan lebih…

Harga Kedelai Impor Meroket, Perajin Tahu-Tempe di Sidoarjo Menjerit

TREN kenaikan harga kedelai impor pascalebaran mulai mencekik para pelaku usaha kecil di Kabupaten Sidoarjo. Kenaikan harga itu berdampak langsung pada rantai distribusi, mulai dari tingkat agen hingga perajin tahu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Duel Joshua Versus Fury Direncanakan Digelar November

  • April 15, 2026
Duel Joshua Versus Fury Direncanakan Digelar November

Bekuk Kaledonia Baru, Timnas Putri Tempati Posisi Ketiga

  • April 15, 2026

Perluas Layanan Bisnis, Kalog Angkut CPO

  • April 15, 2026
Perluas Layanan Bisnis, Kalog Angkut CPO

Keluarga Korban Desak Eksekusi Dokter TNI AL Terpidana Kekerasan Seksual

  • April 15, 2026
Keluarga Korban Desak Eksekusi Dokter TNI AL Terpidana Kekerasan Seksual

IndonesiaNext Telkomsel Cetak 9 Ribu Mahasiswa Talenta Digital Bersertifikat

  • April 15, 2026
IndonesiaNext Telkomsel Cetak 9 Ribu Mahasiswa Talenta Digital Bersertifikat

DPW NasDem Jabar Kecam Pemberitaan Tempo, Tuntut Permintaan Maaf Terbuka

  • April 15, 2026
DPW NasDem Jabar Kecam Pemberitaan Tempo, Tuntut Permintaan Maaf Terbuka