Peluang Ekspor Ternak Unggas Indonesia Terbuka Lebar

INDUSTRI unggas nasional berpotensi memberi berkontribusi pada peningkatan ekspor Indonesia. Untuk itu diperlukan strategi dan upaya memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan produk perunggasan global.

“Maka perlu penguatan strategi diversifikasi produk dan pasar, pemanfaatan teknologi digital dalam produksi dan distribusi, serta peningkatan sinergi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya,” papar Andri Hanindyo Wibowo, di hadapan tim penguji Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Senin.

Dalam desertasi yang berjudul ‘Strategi Peningkatan Daya Saing Produk Ayam Ras Indonesia di Pasar Internasional’ Andri menyoroti kondisi surplus produksi ayam ras nasional yang berpeluang dikembangkan untuk pasar ekspor.

“Pada 2024, Indonesia tercatat mengalami surplus daging ayam ras dan telur ayam ras, yang apabila tidak diimbangi dengan perluasan pasar, berpotensi menekan harga di tingkat peternak,” ujarnya.

BACA JUGA  UGM Resmi Tetapkan 16 Anggota MWA Terpilih

Data ekspor

Penelitian ini menganalisis data ekspor produk ayam ras Indonesia periode 2014–2023 dengan menggunakan berbagai pendekatan, antara lain Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD), Market Share Index (MSI), Gravity Model, Porter’s Diamond, dan analisis SWOT.

Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Perdagangan, dan UN Comtrade, serta didukung data primer dari pelaku industri dan pemangku kebijakan.

Hasil penelitian yang kemudian dituangkan dalam desertasi tersebut memberikan gambaran jelas bahwa produk ayam ras Indonesia memiliki tren ekspor yang positif dan telah dipasarkan ke 39 negara.

Ayam hidup

Produk ayam hidup menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 65 persen dari total nilai ekspor. Sejumlah produk ayam ras juga terbukti memiliki keunggulan komparatif dan potensi pengembangan di pasar internasional.

BACA JUGA  Sekitar 75% Pemenang Pilkada Sudah Terprediksi Sejak Awal


Hasil analisis, imbuhnya menunjukkan faktor jarak geografis dan kondisi ekonomi negara tujuan memengaruhi kinerja ekspor. Dari sisi daya saing industri, strategi dan struktur perusahaan serta dukungan kebijakan pemerintah, khususnya penyederhanaan prosedur ekspor, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing produk ayam ras Indonesia. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

WAKIL Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X  resmi membuka gelaran Jogja Fashion Week (JFW) XXI 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Sleman, pada Kamis (13/08). Ajang itu diharapkan jadi…

Bantu Mahasiswa Dapat Pengalaman,Telkomsel Luncurkan Virtual Virtuship

TELKOMSEL resmi meluncurkan Virtuship, platform magang virtual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan pengalaman kerja berbasis proyek secara fleksibel, Senin (10/8). Telkom University (Tel-U) menjadi salah satu kampus pertama…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

  • August 14, 2026
Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

Bali United Dapat Pelajaran dari Sabah FC

  • August 14, 2026
Bali United Dapat Pelajaran dari Sabah FC

Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

  • August 13, 2026
Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

Xavi Hernandez Antusias Ditunjuk Jadi Arsitek Belanda

  • August 13, 2026
Xavi Hernandez Antusias Ditunjuk  Jadi Arsitek  Belanda

BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

  • August 13, 2026
BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo

  • August 13, 2026
DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo