Daging Ayam Ras, Cabai Merah dan Cabai Rawit Sumbang Deflasi DIY

BADAN Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat inflasi bulan ke bulan ini sebesar -0,16 persen atau mengalami deflasi 0,16 persen. Kondisi ini tercermin dari perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY yang menunjukkan penurunan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.

Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 3,30 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar -0,16 persen atau mengalami deflasi sebesar 0,16 persen.

Statistisi Ahli Utama BPS DIY Sentot Bangun Widoyono menjelaskan secara bulanan perkembangan IHK menunjukkan adanya variasi perubahan harga kelompok pengeluaran.

“Beberapa kelompok mengalami deflasi namun beberapa kelompok lainnya mengalami inflasi,” kata Sentot.

Kelompok Mamin

Menurut dia deflasi terdalam terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,54 persen, diikuti oleh kelompok transportasi yang mengalami deflasi sebesar 0,31 persen.

BACA JUGA  Peradi Lantik 122 Advokat Baru DPC Yogyakarta

Sebaliknya, lanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi secara bulanan, yaitu sebesar 4,15 persen.

Komoditas yang memberikan andil deflasi (month-to month) terbesar pada Januari 2026 antara lain cabai merah, daging ayam ras,cabai rawit, bawang merah, dan bensin.

Perawatan pribadi

Adapun komoditas penyumbang andil inflasi terbesar meliputi emas perhiasan, sepeda motor, kacang tanah, bawang putih, dan bayam. Dikatakan, secara tahunan, seluruh kelompok pengeluaran di DIY mengalami inflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 18,43 persen, disusul oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 8,42 persen.

Namun komoditas yang memberikan andil inflasi tahunan terbesar antara lain tarif listrik, emas perhiasan, beras, SigaretKretek Mesin (SKM), dan Sigaret Kretek Tangan -SKT.

BACA JUGA  DIY Resmi Punya Embarkasi dan Debarkasi Haji

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi tahunan terbesar yaitu cabai merah, cabai rawit, bawang putih, tomat, dan buncis.

Gunungkidul

Berdasarkan wilayah penghitungan inflasi, Kabupaten Gunungkidul pada Januari 2026 mencatat inflasi tahunan sebesar 3,11 persen dengan deflasi bulanan sebesar 0,17 persen.

Sementara itu, Kota Yogyakarta mengalami inflasi tahunan sebesar 3,55 persen dan deflasi bulanan sebesar 0,14 persen. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

POLSEK Ajibarang Polresta Banyumas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ajibarang bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petak 32 Perhutani Banyumas Barat, Desa Tipar Kidul, Kecamatan…

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

BANK Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah di Priangan Timur meluncurkan aplikasi terbaru Sindang (Sinergi Data Ngahiji) Priangan Timur. Platform ini mengintegrasikan data harga dan pasokan pangan lintas daerah serta dilengkapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

  • July 30, 2026
Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

  • July 30, 2026
Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00