Rumput Laut Tropis Bisa Turunkan Emisi Metana Ternak

RUMPUT laut tropis seperti yang tumbuh di perairan Indonesia, berpotenti menurunkan emisi metana pada ternak. Hal itu terungkap pada ujian tertutup Program Doktor Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Promovendus Nur Hidayah, S.Pt., M.Si dalam disertasinya berjudul “Mitigasi Produksi Metana (CH4) Enterik pada Ruminansia melalui Penambahan Rumput Laut sebagai Aditif Pakan”

Ia menjelaskan hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Palisada perforata (Bory) K.W. Nam hingga 5% bahan organik dalam ransum total campuran (TMR) berpotensi menurunkan produksi metana sekaligus memberikan dampak positif terhadap profil metabolit darah dan status fisiologis ternak.

Selain itu, beberapa spesies rumput laut tropis Indonesia memiliki potensi sebagai sumber mineral, protein, maupun serat kasar untuk ruminansia.

BACA JUGA  Fapet UGM Sediakan Telur Rebus untuk Mahasiswa selama UTS

Pendekatan bertahap

“Penelitian ini menyoroti pemanfaatan rumput laut tropis Indonesia sebagai strategi penurunan emisi metana dari ternak ruminansia,” paparnya.

Nur Hidayah memaparkan penelitiannya dilakukan melalui pendekatan bertahap, mulai dari evaluasi in vitro hingga uji in vivo pada kambing kacang.

Penelitian tahap in vitro mengevaluasi spesies rumput laut terbaik berdasarkan produksi gas dan parameter fermentasi rumen, sedangkan tahap in vivo mengkaji konsumsi nutrien, kecernaan, keseimbangan nitrogen, metabolit darah, serta profil hematologi ternak.

Secara global, metana (CH4) merupakan gas rumah kaca dengan dampak signifikan terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, inovasi berbasis pakan lokal menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung peternakan rendah emisi dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Akademisi UGM Nilai Tuduhan Makar Cerminkan Pola Militeristik

Beasiswa LPDP

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Makanan Ternak dan Laboratorium Biokimia Nutrisi Fapet UGM, serta melibatkan analisis lanjutan di sejumlah laboratorium di lingkungan UGM.

Selama menempuh studi doktoral, Nur Hidayah juga memperoleh dukungan Beasiswa Pendidikan Indonesia dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta mengikuti program SUIJI Joint Program Doctor di Universitas Ehime. Saat ini, ia juga tercatat sebagai dosen di Universitas Tidar. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November

KEPALA Stsiun Klimatologi Yogyakarta Mamenun, mengungkapkan awal musim hujan 2026/2027 diprediksi terjadi pada dasarian III November 2026 sebanyak 2 ZOM (25%), dasarian Desember I 2026 sebanyak 3 ZOM (37.5%), dan…

KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

KAI Logistik (Kalog) kembali mencatatkan prestasi dengan meraih empat penghargaan dalam ajang The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026. Penghargaan tersebut diterima oleh Manager of Public Relations Kalog, Adjeng Putri…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Rombongan Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Jadi Korban

  • October 12, 2026
Rombongan Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Jadi Korban

Perundungan di Asrama Tel-U Berujung Sanksi Akademik dan Administratif

  • October 12, 2026
Perundungan di Asrama Tel-U Berujung Sanksi Akademik dan Administratif

BKN Apresiasi Daerah yang Taat Hukum, Pemprov Sulbar Disarankan Segera Ikuti Rekomendasi

  • October 12, 2026
BKN Apresiasi Daerah yang Taat Hukum, Pemprov Sulbar Disarankan Segera Ikuti Rekomendasi

Bezzecchi Pimpin Dominasi Aprilia di Sirkuit Mandalika

  • October 12, 2026
Bezzecchi  Pimpin Dominasi Aprilia di Sirkuit Mandalika

Gunduli Singapura, Indonesia Segel Tiket ke Piala Asia Putri U-17

  • October 12, 2026
Gunduli Singapura, Indonesia Segel Tiket ke Piala Asia Putri U-17

Borneo Terjungkal di Tangan Java United, PSS Gasak PSM

  • October 12, 2026
Borneo Terjungkal di Tangan Java United, PSS Gasak PSM